Mengamuk Gara-Gara Bantuan Belum Cair, Mahasiswa Ini Nyaris Diamuk Petugas

iklan 970x250 px

Mengamuk Gara-Gara Bantuan Belum Cair, Mahasiswa Ini Nyaris Diamuk Petugas

19 Oktober 2016
Ilustrasi

BONGKAR.INFO, Bima - Sejumlah mahasiswa pada salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) di Kota Bima, mengamuk di dalam ruangan Bagian Keuangan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bima, Selasa (18/10/2016). 

Diduga, kemarahan para mahasiswa yang mengenakan almamater salah satu organisasi itu dipicu karena tak berhasil menemui pejabat keuangan saat menagih pencairan dana dari proposal yang mereka ajukan beberapa waktu lalu. Karena keinginan tak berhasil menemui pejabat yang menangani, mereka langsung memukul meja dan menendang krusi di dalam ruangan kerja pemerintah setempat. 

Akibat aksi anarkis mahasiswa ini membuat Anggota Sat Pol PP yang berjaga di kantor Pemda Bima, langsung mengambil tindakan tegas. Sebelumnya, mereka sempat terjadi cekcok dengan seorang petugas hingga mengundang perhatian rekan-rekan anggota Satpol PP lainnya geram. 

Akibatnya, mahasiswa berjumlah lima orang itu nyaris menjadi amukan petugas Pol PP. Bahkan beberap petugas lainya mencoba melayangkan pukulan, namun berhasil dihalau salah satu anggota Satpol PP. 

Akhirnya suasana kondusif setelah para petugas yang berjumlah lebih dari 10 orang itu menyeret mereka keluar dari dalam ruangan. “Diam disitu, jangan sampai ribut disini, saya kasi tahu itu. Ini kantor pak, bukan tempat ribut kamu orang. Kalau datang baik-baik, jangan banting-banting meja,” ujar Salah satu anggota Pol PP sambil bentak-bentak mahasiswa. 

Sementara itu, mahasiswa menyayangkan sikap aparat pemerintah tersebut. Mereka juga mengaku tidak bermaksud untuk membuat anarkis di ruang kerja pemerintahaan. “Kita datang dengan niat baik-baik, tapi kok begini caranya Pol PP,” tutur M Sidik, sala seorang mahasiswa yang berharap bantuan dana untuk kegiatan organisasi usai diseret keluar petugas di halaman kantor Pemkab Bima.

Ia mengaku kedatangan mereka untuk menagih dana bantuan dari proposal yang telah mereka ajukan kepada pemerintah Kabupaten Bima. “Kita dijanjikan hari ini untuk mengambil pencairan dana, makanya kita datang pagi-pagi. Tapi setelah kami datang, pejabat yang menangani sudah keluar. Kemudian, kami disuruh tunggu. Namun hingga jam 10.00 Wita, Dia enggak muncul-muncul, makanya kita kesal,” kata Sidik. 

Sementara itu, Efa salah seorang pegawai di Bagian Keuangan PemKab Bima mengaku, awalnya mereka dilayani dengan baik oleh pegawai dengan menyuruh duduk dikursi sambil menunggu Kasubag Keuangan yang saat itu sedang mengikuti rapat di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kupaten Bima. “Kita sudah kasi kursi, tapi mereka enggak mau duduk. Setelah itu mereka cari Kasubag, tapi tidak ketemu. Kemudian, mereka tiba-tiba memukul meja dan menendang kursi,” ungkap Efa. (yud)