Jumhar : Ada Apa Dengan Tim Pansel

iklan 970x250 px

Jumhar : Ada Apa Dengan Tim Pansel

21 November 2016


BONGKAR.INFO, Kota Bima- Jumhar istri Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Koprindag) Kota Bima menyoroti sejumlah anggota Tim Pansel.

Sorotan itu bermula dari rasa kecurigaan dan kejanggalan yang dialami Jumhar pasca kedatanganya di kantor Sekretariat Tim Pansel pada hari jum,at (18/11) lalu.

Dalam jumpa pers sabtu (19/11), di kediamannya Kelurahan Penanae dengan sejumlah awak media, Jumhar menjelaskan "saya mendatangi sekretariat Tim Pansel jum.at (18/11) dan saya bertemu dengan pak Muhammad, terangnya.

Pada saat itu lanjut Jumhar, "saya  bertanya kepada pak Muhammad terkait berita acara tidak lolosnya Kaharuddin suami saya, namun jawaban pak Muhammad, " kami tidak bisa memberikan berita acara yang ibu minta karena bukan kewenangan kami, dan kami hanya tim penjaringan saja," ungkap Muhammad yang ditiru oleh istri Kadis Koprindag ini.
Lalu Jumhar bertanya lagi, "pada siapa saya harus meminta berita acara hasil penilaian Tim Pansel terhadap Suami saya" . Pak Muhammad sudah tidak mau merespon lagi pertanyaan saya, dan dia sibuk dengan teleponnya, terangnya.

Pada saat itu juga lanjut Jumhar, sempat terdengar oleh saya ada telepon dari Serktaris BKD ke nomor Pak Muhammad,  mengatakan "ada apa pihak Bank menanyakan Berita Acara Pansel pada Tim pansel, suruh pulang dia, ujar H. Mahfud kata Jumhar.
Lalu tiba tiba ada lagi telepon dari Plt Sekda yang mengatakan " saya ada dibelakang ndaim amancawae, saya dukung ndaim," bahasa Bima yang artinya ( adek, saya dukung kamu dan saya ada dibelakang kamu) ungkap Muhtar Landa ke Jumhar saat Jumhar berada di Sekertariat Tim Pansel.

Dari rangkaian peristiwa ini membuat istri Kaharuddin Kepala Dinas Koprindag bertanya tanya, dan merasa janggal, "ada apa dengan Tim Pansel ini". Terangnya.

Sekertaris BKD Kota Bima H. Mahfud yang dihubungi lewat telepon seluler nya untuk dimintai konfirmasi terkait berita acara ketidak lolosan Drs. Kaharuddin justru mengelah dan lebih mengarah kan untuk menghubungi Ketua Tim Pasel. " silakan hubungi saja ketua Tim saja adinda", ungkapnya.

Senin (21/11), bertempat di gedung kantor Walikota Bima, Ketua Tim Pansel H. Maryono yang berhasil di wawancarai oleh media ini terkait ke tidak lolosan Drs. Kaharuddin mengatakan " pada awalnya calon Sekda ada 13 orang yang mendaftar, gugur satu yaitu pak Kaharuddin.

" Gugurnya Kepala Dinas Koprindag karena belum memenuhi syarat, dan dalam Kepmendagri peraturan Mentri no 5 tahun 2003 dan perwali, bahwa syarat untuk menjadi Sekda itu minimal telah menduduki jabatan eselon II sebanyak dua kali di Dinas yang berbeda, terangnya.

Terkait masalah kewenangan  Ketua Tim Pansel, Maryono mengatakan " saya Ketua Tim Pansel di minta tolong oleh Walikota Bima, untuk menilai calon calon Sekda, dan sudah barang tentu hasil kerja kami akan dilaporkan terlebih dahulu pada Walikota, sebelum kami sampaikan kemana mana," terangnya pada sejumlah wartawan.
"kalo saya laporkan kemana mana terlebih dulu sebelum dilaporkan ke Walikota, itu etikanya yang tidak bagus.". Ujarnya. (AzQ).