Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style5



BONGKAR.INFO, Kota Bima- Acara syukuran Pasar Ama Hami yang digelar oleh Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) bersama Koperasi Pasar Ama Hami Kota Bima diramaikan oleh ratusan pedagang.  Kegiatan yang bertempat di kantor UPT Pasar Ama Hami pada Kamis, (15/12), tersebut diisi dengan sholat dzuhur,makan siang bersama, danjuga pembagian hadiah oleh BRI Cabang Bima bagi para pedagang.

Wakil Walikota Bima H. A. Rahman H. Abidin, SE, hadir dan ikut makan siang bersama ratusan pedagang serta jajaran Dinas Koperindag. Hadir pula Kepala Kantor Cabang BRI Bima Abdul Mu’in.

Kepala UPT Pasar Ama Hami Irwansyah, S. Pt., mengatakan, kegiatan ini selain sebagai wujud rasa syukur kepada Allah SWT, juga untuk mempererat hubungan antar pedagang. Diungkapkannya, acara makan bersama ini bisa terlaksana karena adanya partisipasi para pedagang yang iyurannya dikumpulkan melalui koperasi pasar setiap bulannya. Dana tersebut kemudian ditambah dengan anggaran UPT Pasar.

 “Kami usahakan kegiatan ini rutin didilaksanakan, supaya pedagang semakin akrab”, tuturnya.

Pedagang Pasar Ama Hami, Sumarni mengaku, sejak bertahun-tahun berjualan, baru kali ini ada acara makan bersama dan berkumpul dengan para pedagang lain.

Kepala Dinas Koperindag Drs. Kaharuddin menyampaikan bahwa untuk pengisian lokal baru Pasar Ama Hami, Dinas Koperindag akan membentuk panitia seleksi (pansel). Ada 120 kios dan 16 stand makanan yang dibangun di Pasar Ama Hami. Kois-kios tersebut akan diberikan pada para pedagang pasar setempat.

Dijelaskannya, pembagian los pasar tersebut bukan perkara mudah. Sebab akan muncul konflik kepentingan didalamnya. “Untuk menghindari konflik kepentingan ini kami membentuk panitia seleksi”, ujarnya.

Pansel yang dibentuk merupakan gabungan dari berbagai unsur yang akan ditetapkan dengan SK Walikota. Tugas pansel adalah mendata pedagang, kemudian melakukan verifikasi data untuk menentukan siapa yang layak menempati kios.

Rencana tersebut mendapat dukungan dari Wakil Walikota. “Bagus kalau dibentuk pansel, sehingga tidak ada lagi yang bisa melobi untuk mendapatkan kios di pasar. Siapa yang memenuhi syarat, dia yang dapat”, katanya. Kemudian pansel juga yang akan bertanggungjawab atas keputusan tersebut, sehingga tidak bersentuhan langsung dengan Pemerintah. Dengan demikian konflik kepentingan bisa dihindarkan.

Menutup arahannya, Wakil Walikota berpesan agar seluruh pedagang menjaga kebersihan dan kerapian pasar. UPT Pasar Ama Hami diminta terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penataan lalu lintas, parkir serta kebersihan atau pengangkutan sampah. (AzQ) Adv.

About Redaksi Bongkar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top