Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style5



BONGKAR.INFO, Kota Bima- Upaya Pemerintah Kota Bima mewujudkan Kota Tangguh mendapat dukungan dari berbagai pihak, salah satunya adalah Japan International Cooperation Agency (JICA) – Badan Kerjasama Internasional Jepang.

Dukungan ini ditunjukkan dalam kunjungan yang dilakukan oleh tim JICA ke kantor Walikota Bima.

Tim JICA dipimpin oleh Mr. Shinichi Fukasawa yang merupakan Team Leader JICA ASEAN Project CN 18, didampingi oleh Kasubdit Pencegahan Direktorat Pengurangan Risiko Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) diterima oleh Walikota Bima di ruang kerjanya pada hari Kamis, (1/12), pukul 07.30 WITA.

Hadir pada pertemuan tersebut Plt. Sekda Kota Bima Drs. Mukhtar MH, Kepala BPBD Kota Bima H. Syarafuddin, Kepala BAPPEDA Kota Bima Drs. Zainuddin dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Drs. H. Sukri.

Mr. Shinichi Fukasawa menjelaskan, JICA bekerjasama dengan BNPB mengadakan workshop di Kota Bima dengan tujuan untuk berbagi pembelajaran, mengakses informasi, menyusun indikator dan ukuran kinerja serta menilai kemajuan program mewujudkan Kota Tangguh.

Workshop diselenggarakan di Hotel Marina Kota Bima pada hari yang sama pukul 09.00 WITA hingga selesai, dengan menghadirkan perwakilan dari SKPD yang membidangi urusan penataan ruang, perencanaan daerah serta penanganan kebencanaan.

Walikota Bima menyampaikan ucapan terima kasih atas berbagai dukungan yang diberikan oleh JICA dalam upaya pengurangan risiko bencana di Kota Bima. Ia pun menjelaskan, pada tahun 2015 Walikota Bima juga mendapat undangan dari JICA untuk belajar tentang penerapan Kota Tangguh di Jepang.

“Saya diajak untuk melihat program ketangguhan di beberapa prefektur dekat Tokyo. Kami sangat mengagumi efektivitas dan efisiensi sistem yang berlaku di Jepang. Infrastruktur sudah lengkap terbangun, dibarengi dengan kesadaran dan disiplin yang tinggi dari masyarakat. Berbagai langkah dan fasilitas untuk mengantisipasi kejadian bencana sudah lengkap dan berfungsi dengan baik”, kata Walikota.

Mr. Shinichi Fukasawa menjelaskan, pihaknya mendapat rekomendasi dari BNPB untuk melaksanakan workshop di Kota Bima. Oleh BNPB, Kota Bima diakui sebagai pilot project dalam upaya pengurangan risiko bencana. Salah satu indikatornya adalah pengalokasian 1% APBD untuk upaya pengurangan risisiko bencana yang dituangkan dalam Peraturan Walikota serta keberadaan  Tim Siaga Bencana Kelurahan pada setiap kelurahan di Kota Bima. Penguatan kapasitas masyarakat serta kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana menjadi salah satu capaian yang membanggakan.

Pada kesempatan tersebut, pihak JICA juga mengundang Walikota untuk menjadi pembicara pada acara workshop tingkat ASEAN tentang Pembangunan Ketangguhan terhadap Bencana dan Perubahan Iklim yang akan diselenggarakan di Vientienne, Laos, pada tanggal  8-9 Desember mendatang. (AzQ)

About Redaksi Bongkar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top