Bahas Normalisasi Drainase, Komisi III Panggil Sekda Kota Bima

iklan 970x250 px

Bahas Normalisasi Drainase, Komisi III Panggil Sekda Kota Bima

13 Februari 2017


BONGKAR.INFO, Kota Bima-Terkait proyek pembokaran drainase di beberapa titik di Kota Bima ini, Komisi III DPRD Kota Bima memanggil Plt.Sekda, Drs. Muhtar Landa MH. Pemanggilan ini guna mengklarifikasi terkait anggaran normalisasi drainase yang ada di Kota Bima.

Pertemuan yang berlangsung tertutup di Aula Kantor DPRD Kota Bima itu, tidak mengijinkan wartawan untuk meliput secara langsung.

Sementara Ketua Komisi III DPRD Kota Bima Sudirman Deje, SH, senin (13/2), kepada media ini menyatakan “ pemanggilan Plt. Sekda Kota Bima ini untuk mengklarifikasi terkait penjelasan dana pengerjaan normalisasi drainase” terangnya.

Cuman saja lanjut, dia “ kalau dana tersebut menurut Pemerintah adalah dana tanggap darurat seperti dana Cash for work, maka dana tersebut pasti sudah turun, tapi kenapa sampai hari ini belum juga turun, ungkapnya.

Sementara besar anggaran untuk drainase sendiri,  Pemerintah Kota Bima mengajukan penawaran 40 Milyar, yang di setujui oleh BNPB katanya 20,5 Milyar dan kabar terakhirnya lagi 13 Milyar, terang Dirman.

Ditempat yang sama Alfian Indrawirawan alias Pawang juga menjelaskan, “Dana tanggap darurat yang 13 Milyar ini katanya akan dipergunakan untuk pekerjaan normalisasi drainase sepanjang 12 Km, tapi kok sampai saat ini anggarannya masih belum ada di rekening Daerah, sementara pembongkaran sudah dilakukan”, tuturnya.

 “Pemerintah bukanya menyelesaikan masalah tapi kok menambah masalah, ujarnya dengan nada menyesali sikap Pemerintah.

Sementara Plt. Sekda, Muhtar Landa, MH yang ditemui oleh wartawan media ini diruang kerjanya menyatakan, “pembongkaran drainase itu atas perintah dan arahan BNPB Pusat pada tanggal 15 januari 2017 di ruangan Walikota, terangnya.

Kenapa dilakukan pembongkaran lanjut Muhtar, “ karena menurut BNPB, hujan sedikit saja Kota Bima langsung banjir”.
Muhtar pun mengakui kalau dana ini masuk ke tanggap darurat, bukan rehap rekon, tuturnya. (AzQ)