Ketua PDI P “ Tuding Pemerintah Main Mata Dengan Bunga Raya"

iklan 970x250 px

Ketua PDI P “ Tuding Pemerintah Main Mata Dengan Bunga Raya"

4 Februari 2017


BONGKAR.INFO, Kota Bima-  Warga Oimbo Kelurahan Kumbe melakukan aksi pemblokiran jalan lintas Oimbo Ntonggu yang dinilai belum layak untuk dilakukan pengaspalan. Warga mendesak pihak ke tiga agar segera menghentikan pekerjaan pengaspalan jalan tersebut.

“Kami warga Oimbo meminta kepada pihak ketiga yang dalam hal ini PT.Bunga Raya agar segera menghentikan pekerjaan pengaspalan jalan lintas Oimbo Ntonggu, karena kami menganggap pekerjaan jalan tersebut belum layak untuk dikerjakan”, Ungkap M. Tayeb H. Ady yang merupakan salah satu tokoh masyarakat Oimbo yang ditemui oleh wartawan media ini sabtu (4/2), dilokasi kejadian.

Ady pun menyesalkan pekerjaan sayap jembatan yang seharusnya diutamakan justru diabaikan oleh pihak pelaksana.

“Saya menyesalkan pekerjaan sayap jembatan yang seharusnya diutamakan justru diabaikan oleh pihak pelaksana” imbuhnya.



Sementara Ketua PDI Perjuangan, Ruslan H. Oesman yang dikonfirmasi oleh media ini lewat telpon seluler nya, mengaku kecewa dengan PT. Bunga Raya dan meminta kepada pihak ketiga untuk segera menghentikan dan membongkar beberapa item pekerjaan yang tidak memenuhi standar. Yang antara lain menurut nya, pekerjaan bronjong, dan jembatan, yang dikhawatirkan tidak bertahan lama yang nantinya akan merugikan rakyat. Apa lagi pekerjaan itu menurut nya menelan biaya besar, yaitu 10,8 M yang bersumber dari dana APBN.

 Ruslan pun juga mengaku sudah melakukan koordinasi dengan Ketua Komisi III DPRD Kota Bima terkait pengaspalan jalan tersebut.

“saya pun sudah berkoordinasi dengan Ketua Komisi III DPRD Kota Bima, dan memberi isyarat untuk menghentikan pekerjaan tersebut sampai batas waktu yang tidak ditentukan, dan insyaallah hari senin, pihak pelaksana yang dalam hal ini PT. Bunga Raya dan Kadis PU Kota Bima akan segera dipanggil untuk dimintai klarifikasi nya di kantor DPRD Kota Bima”. Terangnya.

Dalam hal ini Ketua PDI Perjuangan menegaskan kepada Pemerintah untuk tidak tutup mata, dan segera perintahkan Dinas terkait untuk turun lapangan.

Ruslan juga mengingatkan agar Pemerintah segera mengevaluasi kembali setiap pekerjaan PT. Bunga Raya, baik itu bersember dari dana APBN, APBD I dan APBD II, karena pelaksanaan kegiatan yang dilakukan oleh PT. Bunga Raya, 80% nya dinilai tidak layak. Salah satu contoh, pengaspalan jalan raya Kumbe Oifo.o yang hanya mampu bertahan satu bulan.

Haruskah Bunga Raya tetap menjadi mitra Pemerintah, atau kah Pemerintah cerdas mencari rekanan lain untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih layak dan berkualitas, sesal Ruslan.

Ketua PDI Perjuangan juga menuding bahwa Pemerintah sudah bermain mata dengan PT. Bunga Raya.
“ Saya menuding Pemerintah sudah bermain mata dengan PT. Bunga Raya". Terangnya. (AzQ)