Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style5



BONGKAR.INFO, Kota Bima- Terkait beberapa kasus dugaan pengerjaan proyek yang telah merugiakan negara. Komisi III DPRD Kota Bima tuding Pemerintah telah kong kali kong atau konspirasi dengan PT. Bunga Raya.

Tudingan yang diarahkan ke Pemerintah ini tentu Dewan memiliki alasan tersendiri, yang antara lain menurut mereka, pengerjaan pengaspalan jalan Kumbe Oifoo yang diduga kuat dikerjakan asal asalan oleh pihak ketiga,  pembangunan jembatan Oimbo yang dinilai tidak memenuhi standar kelayakan, serta pengaspalan jalan Pena Nae yang amburadul, sehingga penilaian Dewan ini menjadi salah satu bukti lemahnya pengawasan Pemerintah terhadap pekerjaan PT. Bunga Raya.

Dari hasil monef anggota Komisi III DPRD Kota Bima beberapa waktu lalu dan dapat  disimpulkan, bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh pihak ketiga yang dalam hal ini PT. Bunga Raya, sepertinya jauh dari harapan masyarakat Kota Bima.

Kepada media ini, anggota Komisi III DPRD Kota Bima Dedi Mawardy dengan tegas meminta Pemerintah agar segera mencabut kerjasama dengan PT. Bunga Raya, sebab menurutnya kalau PT. Bunga Raya terus menjadi mitra Pemerintah, maka yakin saja Negara akan terus dirugikan oleh ulah pekerjaan mereka yang asal jadi.

“Saya minta agar Pemerintah segera mencabut kemitraan dengan PT. Bunga Raya, kalo tidak, maka Negara ini akan terus dirugikan oleh ulah pekerjaan mereka yang amburadul”. Terangnya.

Bayangkan saja lanjut Dedi “ pekerjaan pengaspalan jalan Kumbe Oifoo yang menelan anggaran Rp. 7.367.512.000.00. dikerjakan asal jadi saja oleh pihak PT. Bunga Raya, ditambah lagi pengerjaan jembatan Oimbo yang belum memenuhi standar kelayakan, dengan nilai anggaran yang cukup fantastis yaitu Rp. 9.787.823.000.00, sudah menjadi salah satu poin penting bagi Pemerintah untuk tidak melanjutkan kemitraan dengan PT. Bunga Raya.” terangnya.

“Apa ini semua tidak bisa menjadi bukti untuk Pemerintah menarik diri dari kemitraan dengan PT. Bunga Raya, tegasnya.

Sementara Alfian Indrawirawan duta partai Golkar yang juga anggota Komisi III DPRD Kota Bima ini menuding Pemerintah sudah kong kali kong atau berkonspirasi dengan PT. Bunga Raya.

“Sepertinya Pemerintah ada kong kali kong dengan PT. Bunga Raya, karena hampir tiap tahunnya kami turun dilapangan selalu melihat bagaimana kondisi jalan yang dikerjakan oleh Bunga Raya yang tidak memenuhi standar kelayakan, seperti salah satunya  pekerjaan jalan Pena nae yang amburadul, dan pengaspalan jalan Kumbe Oifoo yang terkesan asal jadi" ungkapnya dikantor DPRD Kota Bima selasa (7/2).

Sementara pihak Pemerintah yang dalam hal ini Dinas PU Kota Bima yang dikonfirmasi oleh media ini rabu (8/2), melalui telepon seluler Kadis PU dengan nomor 081339903637 yang diberikan oleh Kabid Bina Marga tidak merespon sama sekali telpon maupun SMS dari wartawan media ini.

Begitupun sebaliknya dengan  pihak Bunga Raya yang dihubungi oleh media ini melalui nomor 085338446721, tidak juga merespon.(AzQ)

About Redaksi Bongkar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top