Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style5



BONGKAR.INFO, Kota Bima- Pekerjaan proyek Peningkatan Jalan Gatot subroto yang menelan anggaran negara Rp. 17.181.530.000 Milyar, rupanya dikeluhkan oleh sebagian warga Sadia, Kecamatan Mpunda Kota Bima. Pasalnya pelaksanaan proyek tersebut sudah mencemari udara diwilayah tersebut.


Murdyanto dalam akun facebooknyag "Vila Wadu Paju", merilis status yang meminta Gubernur NTB segera menegur pihak pelaksana yang dalam hal ini PT. BHUMI MAHAMARGA.

#Ini Status Murdyanto

“YTH GUBERNUR NTB DI MATARAM.... dgn pertimbangan kesehatan masyarakat sadia kota bima, saat sekarang banyak yg menderita sesak napas, radang tenggorokan dan batuk batuk,... akibat dr berantakannya pelaksanaan proyek propinsi jln gatot subroto, dgn tgl mulai kegiatan 19 april 2017, anggaran 17,182 miliyar. Pelaksana PT.BHUMI MAHA MARGA... mohon kiranya gubernur NTB, CQ DINAS.P.U. PROPINSI NTB. ... utk menegur pelaksana kegiatan... agar bisa cepat penyelesaian proyek ini .... sehingga kehidupan masyarakat normal kembali...

Setelah melihat status itu, kemudian media bongkar.info mencoba menghubungi langsung Murdianto lewat telepon selulernya, untuk memastikan sejauh mana dampak atau efek yang ditimbulkan oleh pekerjaan proyek tersebut, terhadap kesehatan masyarakat disekitar jalan Gatot Subroto.

Murdianto, mengatakan bahwa keadaan masyarakat dijalan Gatot Subroto saat ini sudah banyak yang mengalami sesak napas, radang tenggorokan, dan batuk batuk, dan ini diakibatkan oleh debu yang bertebaran dari material pekerjaan proyek tersebut”, terangnya.

 Murdianto, ST, pun menegaskan, jika PT. BHUMI MAHAMARGA tidak menyelesaikan secepatnya pekerjaan tersebut maka dikhawatirkan masyarakat Sadia akan melakukan aksi demo, karena dampak pencemaran udara saat ini sudah sangat signifikan dan membahayakan masyarakat sekitar.

“ jika pekerjaan ini tidak secepatnya diselesaikan, maka saya khawatir warga sadia akan turun demo, karena dampak pencemaran udara sudah semakin membahayakan masyarakat sekitarnya" tuturnya.

Tidak hanya membuat status saja, bahkan pemilik Vila Wadu Paju ini ikut mengomentari statusnya itu,

#Komentar Murdianto :

“Banyak yg gelisah masyarakat sadia... dgn berantakannya, material, tanah dan,pasir , sehingga debu...ada dimana mana... suasana ini seperti suasana letusan gunung merapi... Aba Dhayat, yudi Yudy Bongkar... kasihan dimasyarakatnya... akibat kurang tegas pihak P.u. PROPINSI...  jgn sampai di ....demo dulu  oleh masyarakat .... baru diperhatikan..... itu pemikiran yg salah.....

Sementara Pimpinan PT. BHUMI MAHAMARGA M Salim, yang dihubungi oleh wartawan media ini lewat Pesan Singkat (SMS) di nomor handphonenya, belum juga memberikan keterangan apa apa. (AzQ)


About Redaksi Bongkar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top