Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style5



BONGKAR.INFO, Kota Bima- Kejuaraan Nasional (Kejurnas) dua Beladiri Hapkido Indonesia yg dihelat pada tanggal 26-27 Agustus 2017 di Gedung Multipurpose UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta diikuti oleh lebih dari 22 provinsi di Indonesia dan salah satunya NTB.
Dalam sambutannya Presiden Hapkido Indonesia GBPH. H. Prabukusuma, S.Psi  mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta Kejurnas 2 Hapkido Indonesia dan berpesan agar selalu menjunjung semangat Hapkido dan sportifitas.

Acara di buka oleh Dewan Penyantun KONI Prov. DI Yogyakarta Prof. Dr. Djoko Pekik Irianto, M.Kes, dan dihadiri ketua koni provinsi DI Yogyakarta selaku Presiden Hapkido Indonesia, perwakilan dari World Hapkido Martial Arts Federation (WHWAF) Korea Master Park Hyun Dan 7 WHMAF, Pendiri (Founder) Hapkido Indonesia Master V. Yoyok Suryadi Dan 7 WHMAF, serta seluruh ketua pengurus daerah (pengda) Hapkido se indonesia termasuk Ketua Pengda Hapkido Indonesia Provinsi NTB Bpk. Kolonel Pnb. Dodi Fernando, SE., MSoc. Sc (Danlanud Rembiga Mataram).

Acara kejurnas yg digelar selama 2 hari tersebut diikuti lebih dari 350 atlit yang berlaga dari 22 provinsi dengan kategori yg dipertandingkan sebanyak 5 kategori yaitu Daeryun, Hyung, Hosinsul, Nakbop, dan mugishul, dengan total kelas yg dipertandingkan sebanyak 22 kelas.

Sementara Provinsi NTB sendiri mengirimkan 5 orang atletnya atas nama, Sukran, Robin Pandu, Sahrul khamdani di kelas Nakbop, dan Fitri Marwahdiyanti, Abdurahman di klas Hyung, Dengan pelatih (coach) sabeum Awan Darmawan (Awang) DAN 2 WHMAF serta official/manager   sabeum Januarius Joldin Watu.

Akan tetapi menurut Awan Darmawan yang juga pelatih Hapkido jika dua atletnya Robin Pandu dan Fitri tidak jadi bertanding dikarenakn kendala teknis, ujarnya.

Tim squad Hapkido NTB dibawah komando Danlanud Rembiga berhasil meraih mendali perunggu atas nama Sukran yg turun di klas Nakbop. Atlet Hapkido asal Kota Bima tersebut menyumbangkan satu satunya medali untuk Hapkido provinsi NTB. Namun dua atlet Hapkido NTB yang lain terpaksa harus iklas mengakui kehebatan atlet asal DKI Jakarta dan aceh serta Kepulauan Riau, terang Awang.

Menurut sabeum Awang, hal ini tidak sperti pada saat kejurnas Hapkido 1 pada tahun 2016 lalu, dimana dari 5 atlet yang diturunkan, NTB berhasil memboyong 1 medali emas, 1 perak, dan 2 medali perunggu oleh atlet Hapkido asal Kota Bima dan 1 medali perunggu oleh atlet hapkido asal mataram.

Ditahun 2017 ini diakui oleh sabeum Awang bahwa persiapan atlet yang masih kurang matang mengingat ditahun ini semua atlet turun di klas umur senior sehingga tentunya persaingan cukup berat, dan juga beberapa fasilitas latihan yang rusak sehingga menghambat aktifitas latian. Akan tetapi menurut Sabeum Awang yang juga menekuni Beladiri Taekwondo, untuk kejurnas 2018 Hapkido NTB akan optimis bisa meraih kembali kemenangannya, mengingat dukungan Ketua Pengda Hapkido NTB Bpk Danlanud Rembiga Kolonel Pnb. Dodi Fernando, SE., MSoc Sc yg sangat mdukung berkembangnya Hapkido di NTB.

Acara penutupan Kejurnas ke 2 Hapkido Indonesia tgl 27 Agustus 2017 semakin meriah karen dihadiri oleh beberapa artis yg bermain di film laga indonesia seperti doni alamsyah, tio pakusadewo, mike lucock, yoshi sudarso (pemeran power rangers biru) yg menghibur para peserta Kejurnas dgn atraksinya, tutur Awang yang juga ASN pada kantor BPBD Kota Bima. (AzQ)

About Redaksi Bongkar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top