Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style5



BONGKAR.INFO, Bima- Pada 9 April 2017 lalu, seluruh mata publik tertuju pada satu kasus menarik yang melibatkan SNR, anggota DPRD Kota Bima dengan pria berinisial EW.

Cerita panjang dari peristiwa yang menuai pro dan kontra masyarakat itu hingga kini masih belum berujung khususnya di internal DPRD Kota Bima melalui Badan Kehormatan (BK), masih menunggu akan kemana dan seperti apa keputusan finalnya.

Selama ini pula pemberitaan tentang peristiwa yang dianggap oleh sebagian orang sebagai aib yang memalukan itu, terus bergulir. SNR terakhir mengaku risih dan merasa digantung penyelesaian kasusnya,”Saya kepingin semua selesai. BK segera memutuskan kasus saya, agar tidak terus digunjingkan,” keluhnya baru-baru ini pada Bongkar.Info.
Tidak berbeda pula yang dirasakan oleh pria berinisial EW yang disibukkan dengan pemeriksaan tentang dirinya.

Humas Polrest Bima Kota, Suratno mengatakan jika terkait dengan urusan rumah tangganya silahkan mewawancarai EW secara pribadi saja, yang penting selama itu bukan urusan kedinasaan, ujarnya pada senin (28/8).

Lalu seperti apa isi hati EW yang selama ini mengaku didzolimi dan tidak diberikan ruang untuk menjelaskan apa sesungguhnya yang tengah dirasakannya selama ini terkait kasus yang menimpanya.

Diwawancara disuatu tempat, EW menuturkan, jika selama ini katanya, sudah lama menunggu ada media yang mewawancarainya. Ia mengawali ceritanya dengan kalimat lugas, ingin meluruskan cerita yang selama ini berhembus, agar semua mengetahui seperti apa sebenarnya yang terjadi.

Sebelum menceritakan curahan hatinya , EW menyampaikan permohonan maaf kepada beberapa pihak karena namanya sudah dilibatkan dalam masalah ini dan dengan hal yang sudah terjadi saya akan bertanggung jawab penuh, insya Allah tuturnya.

Pria berinisial EW inipun mulai bercerita bahwa Masalah rumah tangga yang sudah lama yang menimpanya itu sesungguhnya sudah lama terjadi, bahkan sebelum adanya peristiwa 9 April 2017 . EW mengaku dirinya sudah lama meninggalkan rumah yang telah dia bangun di seputaran rontu itu 2 bulanan lebih sebelum adanya peristiwa ST, tetapi diakuinya sempat kembali ke rumah rontu beberapa hari aja pada bulan Maret 2017 lalu (mungkin 2 apa 3 hari saja). karena Merasa sudah muak dengan kebohongan yang bertubi-tubi yang dialaminya dirumah tangganya, ia pun kembali minggat dari rumahnya, “Saya kembali keluar rumah hingga detik ini. ungkapnya.

Nah lanjutnya menceritakan,  yang sebenarnya harus jadi pertanyaan juga oleh orang tuanya  FT yang melaporkan dirinya terkait kasus penganiayaan, kenapa dirinya melakukan penganiyaan itu, sebab ada sesuatu yang ditemukannya (tidak menceritakan apa bukti yang ditemukan itu) tetapi Coba tanyakan pula dimana HP FT, tukasnya. FT itu pintar memutarbalik fakta dengan melaporkan saya ke Polres, padahal awal dari kasus itu karena saya menemukan sesuatu bukti yang saya tanyakan ke FT, tapi FT beralibi seperti biasa kembalikan masalah ke saya. Anehkan,”katanya.
Meski begitu yang dialaminya, EW mengaku tidak apa-apa dan menerima saja nasib yang dialaminya.

Soal kedekatanya dengan anggota DPRD Kota Bima, SNR, sesungguhnya tidak seperti yang dipikirkan kebanyakan orang. Tegasnya, selama ini hubungan EW dengan SNR bisa dibilang hanya teman biasa, sama dengan hubungan SNR dengan orang lain pada umumnya.

Kalau dihubungkan dengan peristiwa yang terjadi itu, ceritanya, awalnya ia meminta tolong pada SNR untuk mengecek beberapa hal, satu diantaranya, meminta tolong cek bil belanja, dimana saat itu pengakuan FT membeli online tetapi dirinya menemukan invoice pembelian langsung.

Singkat cerita seminggu sebelum kejadian besar tanggal 9 April 2017 lalu, ia menemui FT soal pembicaraan mengenai rencana perceraian. “Saya bicara tentang perceraian itu benar. Saya pun bicara tentang dimana saya memintai tolong pada SNR (menyebutkan nama lengkap anggota DPRD Kota Bima itu) dan semua ada di saya buktinya dan yang terjadi dibelakang saya selama berapa tahun sudah saya ketahui , hanya ibu SNR yang tahu. Saya tegaskan berulang sejak awal jangan kambing hitamkan orang, tapi dengan lincah FT sibuk menjatuhkan orang lain di akun Fb nya , bukan hanya SNR terus terang saja setiap ada sesuatu akan dia tulis di akunnya, tidak terkecuali hujat orang tua saya dan keluarga saya juga.

Saat saya menuturkan tentang perceraian dan segala bukti yang Saya dapat, FT menjawab mau ketemu ibu SNR, maksudnya mau meminta maaf karena telah memaki ibu SNR di status BBM dan lain-lain. Bahkan mau memohon ke SNR untuk tidak bercerita tentang aibnya ke siapapun demi anak-anak, sampai melontarkan ingin mencium kaki SNR,”katanya.

Lalu, saat itu ia menghubungi SNR dengan maksud menyampaikan keinginan FT.  SNR hanya bilang tidak akan membuka aib siapapun karena SNR merasa memiliki tanggungjawab pada anak-anaknya yang pernah sakit akibat kebodohannya dimasa lalu. “Masalah rumah tangga kamu urusan kamu, bukan urusan saya, maaf terlalu banyak FT mencaci saya, makanya saya tidak mau ketemu FT. Cukup itu urusan rumah tangga kamu, “kata SNR diceritakan EW.

Tidak itu saja, kata EW, SNR pernah dihubungi oleh FT, dan SNR malah ingin mengajak  FT ketemu langsung untuk cerita dari hati kehati sebagai sesama wanita. Mengapa begitu, kata EW, SNR saja tidak percaya dengan keluh kesahnya, makanya ingin ketemu langsung dengan FT selaku isterinya EW, agar semua menjadi jelas. Tapi FT tidak indahkan malah sibuk dengan cacian mautnya.

Prahara rumah tanggapun semakin menjadi hingga berujung gugatan di Pengadilan Agama oleh FT. dia mengakui memberikan uang sebesar Rp 500 ribu pada FT untuk mengurus perceraian itu. Hanya saja selorohnya, kenapa dengan mudahnya terjadi gugatan perceraian antara dirinya dengan FT. Ditegaskannya, sama sekali dia tidak memaksa untuk becerai. “Kita hidup di era modern bukan jaman dulu gampang mengancam orang. Saya sudah bertanya sama FT,
"saya atau kamu yang mengurus perceraian? kalau saya artinya saya harus melaporkan ke pimpinan (artinya aib kamu harus saya katakana)
Justeru  FT sendiri kok yang menjawab biar dia saja yang menggugat cerai, asal jangan dibuka aibnya. Lantas FT menanyaka uang administrasi buat pengurusan gugatan di Pengadilan Agama gimana. Ya saya yang memberi 500 ribu tersebut,”jelasnya.

Kemudian lanjutnya, pada Jumat tanggal 7 April 2017 atau dua hari sebelum kejadian pada 9 april tersebut, FT menawar ke dirinya, kalau bisa Senin saja ke Pengadilan Agamanya tapi EW bilang harus Jumat , Melihat gelagat mencurigakan itu. Ternyata benar adanya, untuk menutupi kelakuannya, dia mendatanginya dirumah SNR pada tanggal 9 April. Bukan saja menelan ludah sendiri, FT kata dia, telah membatalkan gugatan perceraiannya di Pengadilan Agama.  

Ditambahkannya, tentang barang-barang yang dibelikan SNR selama ini. Memang benar adanya. Sifat SNR semua orang sudah tahu dan bukan saya saja yang SNR seriang belikan, banyak orang. “ pergi kemana saja  SNR tetap belikan buat siapapun, coba aja Tanya semua teman-temannya. Tetapi mengapa FT permasalahkan itu. Toh FT juga ikut pakai yang di beli SNR. Kalau tidak salah baru-baru ini tas dan baju kaos saya dia pakai. Itukah pemberian dari SNR,”keluhnya.

Masih isi hati Eban, selama ini dirinya diam saja walaupun di media sosial FT bicara banyak hal. Mungkin itu jadi hobynya. “Saya menyampaikan isi hati ini karena sudah kembali dari Mataram, memenuhi panggilan pemeriksaan terkait kasus disiplin aparatur. Kalau dikisahkan ibarat sinetron katanya begitu panjang. Karena selama delapan tahun berumah tangga dengan FT bahkan sebelum berumah tangga, tidak cukup buku untuk diceritakan.

Dalam hati terdalam katanya, niatan dirinya, mulia. Ingin menyelamatkan bahtera rumah tangga dan derajatnya FT dan mau merubahnya menjadi lebih baik lagi. Justru niat baik tidak berujung baik pula. Cerita rumah tangganya, menjadi runyam. Seperti pengakuan FT kata EW. Saat terjadinya masalah pada tanggal 9 April 2017 lalu yang dianggapnya alibi FT mengadaada.
FT kata Eban, awalnya mengaku saat tanggal 9 April itu, jalan-jalan sama anaknya, lalu tiba-tiba anaknya bilang itu ada motor papa. Padahal tempat kejadian di perumahan (Kompleks Perumahan Sonco Tengge) , jika rumah tsb di pinggir jalan besar mungkin Lha ya tapi ini kam dalam perumahan , harusnya saya bertanya  jalan-jalan kemana dalam perumahan ? dan motor yang dipakainya, motor temannya. “mana mungkin anak saya bisa mengatakan itu motor saya,”tampiknya sembari heran kenapa bisa ada bahasa seperti itu. Belum lagi lanjutnya,  kenapa bisa ada wartawan di perumahan sonco tengge. “Coba mas tanyakan ke kepala satpam perumahan sonco tengge, koran mana yg menelepon beliau sampai saat itu beliau datang ke perumahan saat ada keributan, biar jelas saja. Kalau tidak salah beliau mendapat telpon dari perempuan yang mengaku wartawan.

Diakhir curhatan Eban menceritakan pula, EW pernah bertanya pada FT mengapa MTH kakak sepupuhnya SNR menghubunginya. FT menjawab, MTH menanyakan beberapa hal. “Kata FT, MTH yang hubungi ibu untuk tanya-tanya eban karena MTH musuhan sama SNR jawab FT dan mau ketemu FT jawab FT,  kata EW wajar dirinya bicara agak keras MTH via telpon kenapa ikut campur urusannya. Sedangkan FT tidak memintai tolong ke MTH yang juga kakak sepupuhnya SNR.

Sementara menurut pengakuan MTH, sebagaimana diceritakan EW, justeru FT yang menghubungi MTH sebagaimana pengakuan SNR pada EW, bukan ingin membela kakaknya MTH, tidak mungkin MTH yang menghubungi FT karena ingin menanyakan sesuatu apalagi mengaku bermusuhan dengan SNR. Malah kata SNR ungkap EW, walau bagaimanapun tidak mungkin kakaknya MTH asal tanya-tanya. Walaupun bagaimana kata SNR diceritakan EW anatara SNR dan MTH masih sedarah, tidak mungkin saling menjatuhkan. “Jika tidak salah SNR langsung ke rumah kakanya MTH, saat itu bersama Carol. Saat itu MTH memperlihatkan chatingan, dimana FT yang menghubungi MTH,”ceritanya. (TIM)

About Redaksi Bongkar

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Posting Lebih Baru
»
Previous
Posting Lama

Tidak ada komentar:

Post a Comment


Top