Dugaan Kasus Penipuan Konsumen, Istri Walikota Diperiksa Penyidik

iklan 970x250 px

Dugaan Kasus Penipuan Konsumen, Istri Walikota Diperiksa Penyidik

20 Januari 2020
Hj. Elly Sedang di periksa oleh penyidik Tipidter Sat Reskrim Polres Bima Kota

Kota Bima, BONGKAR.- Terkait kasus dugaan penipuan terhadap konsumen yang dilaporkan oleh organisasi kemahasiswaan Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamatan Organisasi (HMI-MPO) beberapa waktu lalu, hingga hari ini terus diproses oleh penyidik Tipitder Sat Reskrim Polres Bima Kota.

Setelah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, kini giliran istri Walikota Bima Hj Ellya selaku pemilik CV Hilal yang diperiksa oleh penyidik pada Jumat (17/1) sekitar pukul 18.00 Wita.

Kapolres Bima Kota AKBP Haryo Tejo Wicaksono melalui Kasat Reskrim IPTU Hilmi Manossoh Prayoga menyampaikan, pemeriksaan Hj Ellya selaku Direktur CV Hilal untuk dimintai keterangan dan klarifikasi atas laporan mahsiswa tersebut. Yang bersangkutan saat diperiksa didampingi 2 orang kuasa hukumnya.

"Hj Ellya diperiksa selama 2 jam lebih dan diajukan sekitar 25 pertanyaan," ungkapnya, Senin (20/1).

Kata Kasat, dari keterangan pemilik CV Hilal, air yang diambil sekarang itu bersumber dari sumur bor yang ada di rumahnya di Kelurahan Rabadompu Barat. Direktur mengaku jika air sumur bor itu berkoneksi dengan mata air dari pegunungan yang ada di sekitarnya.

Mengenai label yang bertulis "Dari Mata Air Pegunungan" di kardus tersebut, itu adalah sisa kardus yang digunakan saat mengambil air di mata air pegunungan Madapangga.

Karena pengambilan kardus dengan jumlah banyak, maka sisa kardus yang digunakan saat mengambil air di Madapangga, digunakan untuk kemasan air yang diambil dari sumur bor sekarang.

Mengenai keterangan Direktur CV Hilal itu sambung Kasat, itu sah-sah saja, karena pihaknya hanya menerima apapun yang menjadi keterangan pihak yang diperiksa.

Setelah ini, pihaknya akan mengambil keterangan pihak terkait untuk dijadikan petunjuk proses penyelidikan lebih lanjut. (RED)