Janji Naikan Gaji Tenaga Honorer, Lutfer Ingkar Janji

iklan 970x250 px

Janji Naikan Gaji Tenaga Honorer, Lutfer Ingkar Janji

15 Januari 2020
Ketua Komisi III DPRD Kota Bima, M. Irfan, S.Sos dan Taufik A Karim Anggota DPRD Kota Bima.

Kota Bima BONGKAR,- Pasca Pilkada tahun 2016 lalu ada beberapa janji politik yang disampaikan secara terbuka oleh pasangan Lutfi - Feri, yang diantaranya janji menaikan gaji sejumlah tenaga honorer sebesar Rp. 1 jutah rupiah. Namun hingga satu tahun beberapa bulan kepemimpinan Lutfi-Feri janji tersebut belum juga terealisasi.

Dalam tahun 2020 ini , Pemerintah Kota Bima telah menganggarkan honor kegiatan sebesar Rp 7 miliar lebih yang diperuntukkan bagi tenaga honorer K2 di Kota Bima.

Sementara Anggota Banggar DPRD Kota Bima, Taufik A Karim pada Rabu (15/1) mengungkap dalam pembahasan RAPBD 2020 bahwa eksekutif mengajukan anggaran untuk tenaga honorer ini sebesar Rp 500 ribu per bulannya untuk satu orang pegawai honorer.

Angka ini kata Taufik, lebih kecil dari penganggaran tahun 2019 yang mengalokasikan anggaran Rp 1 juta per bulan bagi satu orang tenaga honorer.

"Kalau dilihat ya berkurang dari tahun sebelumnya. Tahun 2019 itu dianggarkan satu juta, tapi gagal direalisasikan karena terbentur regulasi yang tidak boleh menggaji tenaga honorer, " ungkap Taufik.

Tahun 2020 ini, anggaran untuk tenaga honorer diplotkan dalam bentuk honor kegiatan. Ini berdasarkan konsultasi Komisi 1 DPRD Kota Bima pada tahun 2019, ke Menpan RB.

Taufik mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menemukan riak-riak soal realisasi honor kegiatan tersebut.

"Tapi ya kita belum tahu, tekhnis realisasi ini eksekutif yang memiliki ranah. Kami hanya mengetok anggaran yang diajukan, " tandasnya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Kota Bima Irfan S.Sos menilai apapun alasan eksekutif saat ini harusnya pasangan Lutfi - Feri merealisasikan janji politiknya pada saat berkampanye dalam Pilwali dulu.

"Ini bisa dikatakan ingkar janji, alias Janji palsu. Kalau pasangan ini maju lagi untuk dua periode, maka akan menjadi catatan buruk, " cetusnya.

Irfan juga menegaskan, saat ini tahun anggaran sudah berjalan. Maka harusnya, keringat para honorer sudah harus di hitungan pada Januari ini.

"Apakah itu pembayarannya per bulan atau per tiga bulan, ya terserah. Yang penting, anggaran yang diketok dijalankan. Jangan seperti tahun sebelumnya, " tegasnya. (RED)