Kisruh Dana Pokir Empat Fraksi DPRD Kota Bima Gelar Konferensi Pers

iklan 970x250 px

Kisruh Dana Pokir Empat Fraksi DPRD Kota Bima Gelar Konferensi Pers

2 Januari 2020

Kota Bima, BONGKAR.- Kisruh dana Pokir yang mengundang kegaduhan di arena publik kini mulai terkuak sudah. Pasalnya pada Rabu 25 Desember 2019 lalu sejumlah anggota DPRD Kota Bima ini melakukan Mosi tidak percaya terhadap Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan.

Mencuatnya kisruh dana Pokir yang diduga jatah bagi proyek Anggota DPRD ini karena lantaran adanya Status Akun Facebook milik Casman yang juga Ketua DPC Partai HANURA Kota Bima. Casman secara blak-blakan membuka kedok soal Dana Pokir di kalangan Anggota DPRD Kota Bima yang sebelumnya tidak pernah dibahas dalam poin Mosi tidak percaya dewan. Sontak status itupun mendapat reaksi dari sejumlah netizen dengan berbagai macam komentar.

Menanggapi dinamika dana Pokir yang sudah terlanjur Viral di Media Sosial, sejumlah anggota DPRD Kota Bima yang tergabung dalam 4 fraksi akhirnya menggelar konferensi pers pada Kamis 2 Januari 2020 di ruang Komisi C Kantor DPRD Kota Bima.

Kepada sejumlah awak media anggota dewan yang tergabung dalam 4 fraksi ini, menyatakan dan mengeaskan, isu dan dinamika yang menyatakan adanya dana Pokir yang terkesan bagi-bagi jatah proyek ala Anggota dewan ini itu tidak benar adanya dan tidak ada yang namanya dana Pokir.


“Tidak ada yang namanya dana pokir. Istilah yang benar itu pokir atau pokok pikiran anggota dewan yang dituangkan dalam pembahasan APBD,”tegas Ketua Fraksi PAN, Syamsuddin yang diamini pula Ketua Frkasi Demokrat, Syukri Dahlan.

Bahkan untuk meyakinkan tidak adanya dana pokir yang terkesan bagi-bagi jatah poryek di Postur ABPD Kota Bima tahun 2020, anggota Fraksi PBB, H Mustamin, menggarisbawahi secara tegas, tidak mengenal adanya dana pokir. Sama katanya pula yang ada pokir saja.”Saya bersumpah tidak pernah tahu dana pokir. Kalaupun pokir itu untuk rakyat, itu yang tepat isitilahnya. Karena kami hadir untuk memenuhi hajat kesejahteraan masyarakat,”tegasnya.

Ketika ditanya, adanya pernyataan salah satu ketua partai yang menjelaskan dugaan dana pokir berikut dugaan pembagian jatah dana pokir sampai pada besaran yang tidak seimbang diantara 25 anggota DPRD Kota Bima, sejumlah penggagas mosi tidak percaya itu, menyatakan secara tegas pula, sumber pernyataan yang sempat viral itu, sama sekali tidak bersumber dari pihak anggota dewan yang menyatakan mosi tidak percaya.”Jikapun ada keterangan dari ketua partai atas pemberitaan yang menduga adanya bagi-bagi dana pokir, sama sekali bukan dari pihak kami,”kata Syamsuddin yang diamini sejumlah anggota dewan yang lain saat jumpa pers di ruang Komisi 3.

Bahkan untuk meyakinkan hal itu, saat ditanya sejumlah wartawan Dedi Irwan, berani bersumpah dan menyatakan setegasnya, tidak pernah menyampaikan hal apapun pada partainya soal dan seputar dana pokir.”Tidak ada sama sekali saya laporkan dan beritahu tentang dana pokir di partai.sumpah saya tidak pernah beritahu apa-apa,”ucapnya dengan nada begitu jujur.

Poin penting yang disampaikan sejumlah penggagas mosi tidak percaya tersebut, meminta untuk tidak lagi membesar-besarkan soal dana pokir yang tidak berpangkal masalah dan bersumber dari pihak mereka. Dikatakannya, apa yang berkembang diluar (bukan dilemba DPRD), bukan berangkat dari pihak dewan dan partinya tidak ada kaitan dengan internal lembaga dewan.(RED)