Hari ke 2, Anggota DPRD Dapil 1 Reses di Kelurahan Rabadompu Barat

iklan 970x250 px

Hari ke 2, Anggota DPRD Dapil 1 Reses di Kelurahan Rabadompu Barat

20 Februari 2020
Reses Anggota DPRD Dapil 1 di Kelurahan Rabadompu Barat

Kota Bima BONGKAR,- Pada hari Kamis (20/2) 10 Anggota DPRD Kota Bima Dapil 1 Kecamatan Rasanae Timur dan Kecamatan Raba kembali menjaring aspirasi di Kelurahan Rabadompu Barat yang tepatnya di Kampung Naru RT 14 RW 4.

Turut hadir pada saat itu, Lurah Rabadompu Barat, Ketua LPM, Ketua RT, Ketua RW, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda Rabadompu Barat.

Lurah Rabadompu Barat, Budi Fahdiansyah, kepada sejumlah anggota DPRD Kota Bima menyampaikan, bahwa sebelumnya Ketua LPM, RT, RW, Tokoh Masyarakat, dan Tokoh Pemuda Rabadompu Barat telah melaksanakan kegiatan Musrenbang dengan prosentase pembagian kegiatan. 40 persen untuk infrastruktur fisik dan 60 persen nya lagi untuk pemberdayaan masyarakat, dan itu dari dana 1 Milyar Kelurahan.

Untuk pembangunan infrastruktur kata Budi, antara lain meliputi, Rabat gang di kampung Tere RT 12 tepatnya disebelah sungai, kemudian pembuatan drainase dilingkungan RT 14 kampung Tere, dan cor tutup drainase di Kampung Naru, serta rehabilitasi pagar kuburan. Sedangkan untuk pemberdayaan masyarakatnya kami membuat 10 buah Pos Kamling, Alat Marawis untuk lima RW, Perlengkapan infentaris Posyandu mulai dari kursi dan meja. Dan kami juga menyediakan Terop untuk lima RW, ujar Lurah Rabadompu Barat.

Sementara untuk masalah sampah Lurah Rabadompu Barat juga mengaku kesulitan menghadapinya, karena setiap minggu setiap bulannya sampah di Rabadompu Barat semakin meningkat untuk itu dia berharap adanya tambahan armada sampah di Rabadompu Barat. 

Kemudian Budi juga miminta pada anggota DPRD dapil 1 agar Tempat Pemakaman Umum diwilayah Rabadompu dicarikan lahan yang baru, karena pekuburan umum tersebut semakin hari semakin padat saja.

M. Amin Ketua RT 02 mengusulkan agar jalan yang ada di bantaran sungai, jalan jeruk dan bidara dilakukan pengaspalan, dan perbaikan pagar tembok pekuburan umum Rabadompu.

Warga lain Riski Amelia, meminta agar  lapak-lapak yang berada didepan RSUD Bima kembali ditertibkan, karena terlihat Kumu, dan mungkin sudah dijadikan tempat tinggal oleh para penghuni lapak.

Selanjutnya Sunarti warga RT 01 mengeluhkan tidak pernah tersentuh oleh bantuan dari pemerintah selama dia tinggal di RT 01. Dan dia juga meminta agar parkir liar di rumah sakit milik dr Agung segera ditertibkan, karena trotoar yang mestinya digunakan oleh pengguna jalan kini dijadikan lahan parkir.

Sementara Ketua LPM Rabadompu Barat, Yan Ustari Udayana, mengusulkan agar semua ruas jalan di Rabadompu Barat dilakukan pengaspalan.

Ketua RT 09 Husni Abdullah, dalam pandangannya selama ini hanya yang diperhatikan adalah pembangunan infrastruktur fisik namun nasib para janda yang ada di Rabadompu Barat cenderung terabaikan, lewat kesempatan itu Husni mengusulkan bantuan sosial berupa wira usahabagi para janda dan wanita. dan meminta agar bantaran sungai kembali bronjongnisasi.

Ketua RT 06, Nasaruddin yang juga pimpinan Media Reportase ini mengusulkan pembanguan Musholla dan pembangunan sarana olahraga. Selain itu juga Bung Nas mengusulkan agar jabatan ketua RT dan RW bisa diperpanjang selama 5 tahun.

Arif Ruslin, meminta agar jalan tani yang berada di wilayah gunung so Kumbe agar segera di aspal, karena akan mempermudah akses para petani.

Selain itu Sarina, menyampaikan aspirasi, terkai tenunan di Rabadompu agar dipromosikan menjadi bahan baju kerja bagi Para pegawai.

Dari sekian banyak aspirasi masyarakat, anggota Dapil 1 diwakili Edi Ihwansyah, memastikan jalan sepanjang bantaran sungai pada tahun ini. Kemudian masalah lapangan ada Rp 2 Miliar lebih untuk penataan Lapangan Pahlawan Raba pada tahun ini pula.

Percepatan pembanguan inrastruktur di Kota Bima, jelas Edi, pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp 3 Miliar lebih untuk sharing program Kotaku.
Poin lain disampaikan Edi yang juga anggota Dewan asal Rabadompu, aspirasi dan usulan masyarakat, akan diperhatikan baik dalam pokir dan pembahasan lebih tinggi lain.

Wakil Ketua DPRD Kota Bima, Syamsuri menambahkan, Anggaran Pendapatan Belanja Daeah (APBD) setiap tahunnya berkisar di angka dari Rp 800 Miliar. Sehingga diyakininya seluruh janji politik Lutfi-Feri yang pada prinsipnya telah tetuang dalam RPJMD Kota Bima, ter-realisasi, hingga lima tahun perjalanan pemerintahan ini.

Coba bayangkan, kata Wakil Ketua DPRD Kota Bima ini, dari 10 Kota dan kabupaten yang ada di NTB, hanya Kota Bima saja yang tidak memiliki Masjid di kantor Kepala Daerahnya. Dasar itulah kepemimpinan Lutfi-Feri merealisasikan satu masjid megah di pelataran kantor Pemkot Bima tersebut. Untuk pembangunan Masjid Nur Latif itu, sebutnya, pemerintah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp 4 Miliar. “ini semua komitmen pemerintah dalam membangun Kota Bima tercinta,”ujarnya.

Belum lagi urainya, alokasi anggaran besar yang menunjukan keberpihakan pada masyarakat, dinataranya, Rp 7,5 Miliar untuk para wira usaha. Lalu Rp 35 Miliar untuk alokasi BPJS warga tidak mampu. Rp 1 Miliar dana kelurahan untuk 41 kelurahan yang teralokasi tahun 2020 sehingga berjumlah 41 Milir untuk seluruh kelurahan se-Kota Bima. ditambah lagi peningkatan intensif RT-RW sampai diangka 350 ribu. Rp 7,5 M untuk eks K2 yang masing-masing dibagikan 500 ribu.

Ditambahkannya, soal Handphon android belum direalisasikan, karena menyesuaikan dengan program Smart city yang telah disiapkan anggaran sedikitnya Rp 10 Miliar. Sebabnya program itu akan mengkoneksi berbagai informasi lapangan diseluruh wilayah Kota Bima. didalamnya ada pula sistem ITE yang kesemuanya terkoneksi dengan perangkat yang ada di Walikota Bima. “Nanti Handphon ketua RT-RW akan dikoneksikan dalam program smart city tersebut,”jawabnya.(RED)