Merasa Ditipu FT, Biduan Cantik Bakal Lapor Pemilik Lesehan Tanpa Nama

iklan 970x250 px

Merasa Ditipu FT, Biduan Cantik Bakal Lapor Pemilik Lesehan Tanpa Nama

9 Februari 2020
Ary Mony baju biru dan Nurul Baju Hitam 

Kota Bima, BONGKAR.- Ari Mony, seorang biduan cantik asal kelurahan Tanjung Kota Bima merasa kesal lantaran FT pemilik lesehan tanpa nama yang berada di bilangan kelurahan Na,e Kota Bima terus berjanji manis terkait uang yang dipinjamnya.

Ary dan Nurul mengaku telah di tipu oleh FT. Sebab, FT hingga sekarang belum juga ada niat baik untuk mengembalikan sejumlah uang mereka sebesar puluhan juta rupiah.

Kepada sejumlah media Ari mengisahkan kronologis uangnya dipinjam FT. Awalnya, ia mengenal FT dari Nurul, beberapa tahun lalu. Karena Nurul dekat dengannya, ia pun percaya dengan kepribadian FT.

Tepatnya sebelum bulan puasa 2019 lalu, FT meminta pinjaman uang kepadanya sebesar Rp 5 juta. Janjinya akan dibayar sebulan kemudian. Tiba waktu uang itu dikembalikan, FT tak kunjung memenuhi janjinya.

Karena sering ditagih sambung Ari, FT hanya bisa terus berjanji. Janji berikutnya yakni akan memberikan hasil keuntungan bisnis kuliner yang dikelolanya. Karena uang yang dipinjam itu dipakai untuk diputar pada bisnis tersebut.

“Saya tagih, dijawab jangan dulu, FT lalu memberikan hasil bisnis kulinernya sebesar Rp 1 juta. Sementara uang saya yang Rp 5 juta akan diputar lagi untuk pengembangan bisnis kulinernya. Uang Rp 1 juta itu, merupakan keuntungan hasil usahanya yang diberikan ke saya, sebagai bentuk terimakasih,” ungkap Ari.

Tidak berselang lama kata Ari, kemudian FT meminjam lagi uang sebesar Rp 5 juta. Karena masih percaya, ia pun menyerahkan lagi uang berikut dengan kuitansi. Namun saat ditagih lagi, hanya janji – janji semata.
Urusan uang Rp 10 juta yang diberikannya, belum dikembalikan ungkap Ari. FT malah kembali meminta pinjam uang Rp 10 juta lagi. Pada pinjaman kali ini, dijanjikan dengan paket proyek drainase.

“Saya percaya saja, entah kenapa. Lalu saya berikan lagi Rp 10 juta, waktu itu dipinjam bulan November 2019. Jadi total uang saya di FT itu sebesar Rp 20 juta,” sebutnya.
Belum kelar persoalan uang tersebut kata Ari, dirinya kemudian dibujuk oleh FT untuk masuk arisan bulanan yang dibuatnya sebesar Rp 20 juta perorang. Ia pun menuruti keinginan FT, lantaran dijanjikan uang bagi hasil usaha kuliner sebesar 1 juta perbulan untuknya, akan dimasukan dalam arisan dimaksud.

“Kan saya dijanjikan dapat Rp 1 juta sebulan dari sisa hasilnya usaha itu. Uang tersebut lalu dimasukan FT untuk arisan atas nama saya. Tepat waktu kocok arisan ke 8, nama saya keluar. Tapi uang itu saya berikan untuk Nurul yang juga anggota arisan, karena Nurul sedang butuh,” terangnya.

Tiba giliran Nurul dapat arisan, dan uang itu mestinya akan diberikan kembali kepada Ari, FT malah tidak mau memberikan uang arisan tersebut.  Pada akhirnya, FT mengingkari semua perkataannya. Bahkan melontarkan kalimat, jika dirinya tidak pernah memasukan uang arisan selama 8 kali atas nama Ari.

“Kan gila ini, kita dibohongi. Sudah uang saya sebesar Rp 20 juta tidak dikembalikan, urusan arisan juga kami ditipu,” kesalnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Nurul, dirinya juga sudah ditipu oleh FT. Uangnya sebesar Rp 15 juta yang dipinjam bulan Juli 2019, hingga kini belum dikembalikan.
“Ceritanya hampir sama seperti yang dialami Ari, saya juga ditipu. Awal-awalnya kita didatangi dengan wajah memelas seperti pengemis dan meminta iba. sekarang uang kami belum juga dikembalikan,” tuturnya.
Karena merasa ditipu oleh FT, Ari dan Nurul pun berencana akan membawa persoalan ini ke ranah hukum. Sebab hingga saat ini, pemilik bisnis kuliner itu belum juga adanya itikad baik untuk mengembalikan.
“Senin besok kami akan melapor ke polisi,” tegasnya.

Sementara itu FT yang dikonfirmasi oleh sejumlah media di tempat lesehannya hari ini (9/2) mengaku belum bisa memberikan komentar, karena dia rencananya akan melaporkan terlebih dahulu baru akan bicarakan ke media.

"Saya belum bisa memberikan komentar dulu, tunggu saya lapor dulu baru saya bicara di media", ujarnya. (RED)