Reses Hari ke-5 Dapil 1, Masyarakat Minta Perbaiki Bendungan Raba Duwe

iklan 970x250 px

Reses Hari ke-5 Dapil 1, Masyarakat Minta Perbaiki Bendungan Raba Duwe

23 Februari 2020
Reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil 1 di Kelurahan Dodu

Kota Bima BONGKAR,- Kegiatan Reses hari ke 5, sepuluh anggota DPRD Kota Dapil 1 Kecamatan Rasanae Timur dan Raba di Kelurahan Dodu Sabtu (23/2) tepatnya di halaman mesjid Jami Baiturrahman Dodu 1 RT 08 RW 03 dihadiri oleh Lurah Dodu, Ketua RT/RW, Babinkamtibmas, LPM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Kelurahan Dodu.

Dalam mengawali kegiatan reses, M. Irfan menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian dan keikhlasan warga Kelurahan Dodu yang telah meluangkan waktunya untuk hadir memenuhi undangan kegiatan reses Anggota DPRD Kota Bima Dapil 1.

Sementara Lurah Dodu Heru Sugio, sangat mengapresiasi kedatangan sepuluh anggota DPRD perwakilan Dapil 1 dalam tuganya menjaring aspirasi masyarakat di wilayah tempat ia memimpin. Dan kemudian Dalam penyampaiannya Lurah Dodu menuturkan jika wilayah Kelurahan Dodu adalah mayoritas warganya berpenghasilan Pertanian, tentu aspirasi yang akan disampaikan juga erat kaitannya dengan masalah Pertanian.

Seusai membuka dan menyampaikan beberapa penjelasan terkait kondisi Kelurahan Dodu, Lurah Dodu kemudian memberikan kesempatan kepada warganya untuk menyampaikan sejumlah aspirasinya.

H. Hasan Ketua mesjid Jamil Baiturrahman Dodu 1 kepada sepuluh anggota DPRD wilayah dapil 1, Mengusulkan perbaikan Bendungan Raba Duwe. Karena selama ini menurutnya, masyarakat Dodu hanya bisa melakukan tambal sulam untuk mengatasi luapan air dari Dam tersebut.

Kemudian H. Mansur Meminta Bronjong di so telaga dan Wadu Mbudi, karena arus air yang deras menyebabkan rusaknya sejumlah parit yang ada disekitar so telaga dan Wadu Mbudi.

Mujadit, mengusulkan kesejahteraan Marbot agar lebih ditingkatkan lagi, karena selama ini dirasa masih belum cukup untuk kebutuhan mereka.

Paud telaga Hijo meminta pemerintah daerah agar melirik nasib anak TK yang ada di kelurahan Dodu, karena selama ini belum pernah ada bantuan dari pemerintah daerah yang diterima, sementara banyak anak anak yang ada di kelurahan Dodu belajar di TK PAUD tersebut. Untuk itu kami berharap agar TK PAUD tersebut juga ikut diperhatikan.

Sedangkan Muhlan Meminta agar jalan Dodu lintas Sape segera diperlebar dan sekalian drainasenya, karena selama ini jalan tersebut sudah menjadi akses penting yang menghubungkan antara Kota dan Kabupaten Bima.

Ketua DPRD Kota Bima, Syamsuri menjelaskan, jika Anggaran Pendapatan Belanja Daeah (APBD) setiap tahunnya berkisar di angka dari Rp 800 Miliar. Sehingga diyakininya seluruh janji politik Lutfi-Feri yang pada prinsipnya telah tetuang dalam RPJMD Kota Bima, ter-realisasi, hingga lima tahun perjalanan pemerintahan ini.

Coba bayangkan, kata Wakil Ketua DPRD Kota Bima ini, dari 10 Kota dan kabupaten yang ada di NTB, hanya Kota Bima saja yang tidak memiliki Masjid di kantor Kepala Daerahnya. Dasar itulah kepemimpinan Lutfi-Feri merealisasikan satu masjid megah di pelataran kantor Pemkot Bima tersebut. Untuk pembangunan Masjid Nur Latif itu, sebutnya, pemerintah menggelontorkan anggaran lebih dari Rp 4 Miliar. “ini semua komitmen pemerintah dalam membangun Kota Bima tercinta,”ujarnya.

Belum lagi urainya, alokasi anggaran besar yang menunjukan keberpihakan pada masyarakat, dinataranya, Rp 7,5 Miliar untuk para wira usaha. Lalu Rp 35 Miliar untuk alokasi BPJS warga tidak mampu. Rp 1 Miliar dana kelurahan untuk 41 kelurahan yang teralokasi tahun 2020 sehingga berjumlah 41 Milir untuk seluruh kelurahan se-Kota Bima. ditambah lagi peningkatan intensif RT-RW sampai diangka 350 ribu. Rp 7,5 M untuk eks K2 yang masing-masing dibagikan 500 ribu.

Ditambahkannya, soal Handphon android belum direalisasikan, karena menyesuaikan dengan program Smart city yang telah disiapkan anggaran sedikitnya Rp 10 Miliar. Sebabnya program itu akan mengkoneksi berbagai informasi lapangan diseluruh wilayah Kota Bima. didalamnya ada pula sistem ITE yang kesemuanya terkoneksi dengan perangkat yang ada di Walikota Bima. “Nanti Handphon ketua RT-RW akan dikoneksikan dalam program smart city tersebut,”jawabnya.(RED)