Kasus Pengadaan Baju Linmas di Sat Pol PP, Edy Mengamuk Tuntut Uang Rp 50 Juta Dikembalikan

iklan 970x250 px

Kasus Pengadaan Baju Linmas di Sat Pol PP, Edy Mengamuk Tuntut Uang Rp 50 Juta Dikembalikan

20 April 2020
Edy Rahman di depan kantor Inspektorat Kota Bima

Kota Bima, BONGKAR,- Kasus pengadaan baju linmas di saat pol PP Kota Bima pada tahun 2018 lalu kini masih mengisahkan persoalan. Edy Rahman yang juga ASN di Bagian Damkar Sat Pol PP Kota Bima mengamuk sejadi-jadinya di Dinas Inspektorat Kota Bima lantaran uang sebesar Rp. 50 juta yang dulu pernah dia pinjamkan ke Sat Pol PP Kota Bima belum juga dikembalikan sampai hari ini.

"Sudah 1 tahun lebih uang tersebut belum juga dibayar, dan sepertinya pihak sat Pol PP Kota Bima tidak memiliki etikat baik untuk membayar hutang tersebut, Ujar Edi Rahman Senin (20/4) di depan kantor Inspektorat Kota Bima.

Menurut Edy, Uang sebesar Rp. 50 tersebut ia pinjamkan dari keluarganya dengan jaminan sertifikat rumahnya untuk keperluan pengadaan baju seragam linmas di Dinas Sat Pol PP Kota Bima, Namun setelah berjalannya waktu uang tersebut oleh pihak Sat Pol PP tidak juga dikembalikan sampai hari ini.

"Janjinya hanya 4 hari saja untuk mengembalikan uang tersebut namun sampai hari ini tidak juga di kembalikan" kata Edy.

Sementara Kepala Dinas Inspektorat Kota Bima Muhaimin, SE, yang ditemui oleh sejumlah wartawan mengatakan, jika masalah hutang piutang di Dinas Sat Pol PP Kota Bima tersebut sudah ada kesepakatan antara mantan Bendahara dengan pemilik uang tersebut.

"Sudah ada kesepakatan antar mantan bendahara Siswanto dan pemilik uang Rp. 50  juta tersebut, dan secepatnya akan diselesaikan", ujarnya.

Selanjutnya Nur Wahdania yang dikonfirmasi oleh media ini selaku pemilik uang yang dipinjam oleh Edy Rahman  mengatakan, jika mantan Bendahara Sat Pol PP Siswanto sudah berjanji akan melunasi hutang tersebut dalam jangka waktu 4 bulan, dan saat ini dia (Siswanto) telah menjaminkan sertifikat rumahnya kepada kami, ungkap Nur.

"Jikapun pihak Sat Pol PP Kota Bima tidak menepati apa yang menjadi kesepakatan tadi maka saya akan datang mengamuk lagi", ancamannya.(RED)