Bantuan Bedah Rumah Dikeluhkan, Kabid Minta Fasilitator Segera Ganti

iklan 970x250 px

Bantuan Bedah Rumah Dikeluhkan, Kabid Minta Fasilitator Segera Ganti

11 Juni 2020
Kabid Perumahan Dinas Perkim Kota Bima A Faruk Rangga

Kota Bima BONGKAR,- Bantun bedah rumah tidak layak huni di Kelurahan Rabadompu Barat, tepatnya di RT 10 RW 03 Kelurahan Rabadompu Barat tampaknya dikeluhkan oleh sebagian warga penerima manfaat. Pasalnya bahan bangunan berupa Semen yang diminta tidak sesuai dengan yang diharapkan.

Arsad (45) yang juga salah satu warga penerima manfaat mengatakan, Semen yang diberikan oleh pihak Perkim Kota Bima tidak sesuai dengan apa yang kami inginkan.
Baju putih Arsad
"kami meminta semen Tonasa tapi kok yang diberikan oleh pihak Perkim justru semen merek lain", ujarnya pada Kamis (11/6).

Arsad pun mengaku jika dirinya sangat  kecewa dan meminta agar pihak Perkim segera menggantinya dengan Semen yang mereka inginkan.

"Saya minta agar Semen merek lain ini dibawa kembali dan diganti dengan Semen merek Tonasa", ungkapnya.
Semen Merek lain

Menanggapi terkait keluhan masyarakat tersebut, Kabid Perumahan Dinas Perkim Kota Bima Faruk Rangga yang ditemui oleh sejumlah wartawan diruang kerjanya merasa kaget dengan adanya keluhan masyarakat tersebut, karena selama ini ia merasa tidak ada masalah dengan program bantuan RTLH, untuk itu Faruk pun dengan tegas meminta fasilitator agar segera mengganti Semen tersebut dengan yang lebih baik.

"saya tegaskan kepada fasilitator Bedah Rumah di Kelurahan Rabadompu Barat agar segera menggantikan semen tersebut dengan semen yang diminta oleh pihak penerima manfaat", terangnya.

Menurut Faruk, tidak ada tolerir bagi si fasilitator yang tidak mematuhi apa yang sudah menjadi kesepakatan dengan pihak penerima manfaat, dan sikapnya akan menindak tegas fasilitator tersebut.

"Saya akan menindak tegas jika ada fasilitator ketahuan nakal".

Menurut Faruk, anggaran bantuan bedah rumah senilai Rp. 17.500.000 tersebut, Rp 15 jutanya untuk bahan bangunan, dan Rp 2.500.000 nya untuk ongkos tukang.

"Saya berharap bantuan bedah rumah tidak layak huni ini dapat dirasakan manfaatnya oleh penerima manfaat. (RED)