Bentrok Kelurahan Na,e dan Kelurahan Sarae Berakhir Damai

iklan 970x250 px

Bentrok Kelurahan Na,e dan Kelurahan Sarae Berakhir Damai

20 Juli 2020
Pose Bersama Warga Kelurahan Nae dan warga Kelurahan Sarae di Polsek Rasbar


Kota Bima, BONGKAR,- Pada hari Senin (20/7) sekitar pukul 11.00 Wita bertempat di Aula Polsek Rasanae Barat yang berada di bilangan Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima telah berlangsung giat Musyawarah antara tokoh Kelurahan Nae dengan Tokoh Kelurahan Sarae dalam pelaksanan Damai atas bentrokan yang terjadi antara kelompok pemuda Kelurahan Sarae dengan Kelurahan Nae.

Hadir dalam kegiatan tersebut AKP Hamzah Kapolsek Rasanae barat, IPDA Bambang Panit 1 Binmas, Haerunas Lurah Na'e, Budiman S.Pd , Lurah Sarae,
e. Abdul Arsyad , Tokoh Masyarakat Kelurahan Nae, M.Firas, ketua RT 04 Kelurahan Sarae, Baharudin Tokoh Masyarakat Kelurahan Sarae, Dahlan ketua RT 02 Kelurahan Nae, M. Tayeb ketua RT 01 Kelurahan Nae, Mustakim ketua LPM Kelurahan Nae, Zulkifli, ketua RT 11 Kelurahan Nae, M. Said ketua RT 13 Kelurahan Sarae, Bhabinkamtibmas Kedua Kelurahan, Babinsa kedua Kelurahan dan Keluarga Korban 5 orang beserta Warga kedua belah pihak 10 orang.

Dalam arahannya Kapolsek Rasanae Barat AKP Hamzah berharap agar kedepannya kejadian perkelahian antar pemuda Kelurahan Sarae dan Kelurahan Nae tidak lagi terjadi.

"Saya berharap perkelahian antar pemuda Kelurahan Sarae dan kelurahan Nae tidak lagi terjadi".

"Terkait dengan bentrokan yang pernah terjadi dan sesuai dengan usulan dari keluarga korban agar dapat diberikan bantuan sebagai biaya pengobatan, dan saat ini telah ada realisasi bantuan tersebut, namun anggaran yang direalisasikan tidak sebesar yang di usulkan pihak keluarga korban", ujar Hamzah.

Dengan bantuan anggaran pengobatan tersebut lanjut Kapolsek, hanya bisa direalisasikan oleh pihak pemerintah dan kepolisian sebesar Rp. 15.000.000,-  (lima belas juta rupiah) dan dimohon kiranya kepada keluarga agar dapat menerima bantuan tersebut walaupun kurang dari yang di usulkan.

"Saya selaku Kapolsek Rasanae Barat juga meminta kepada Kedua Kelurahan agar memberikan kontribusi informasi baik yang didengar maupun dilihat terkait dengan kejadian bentrok yang pernah terjadi, sehingga menimbulkan korban luka, agar bisa disampaikan kepada pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti sesuai hukum", ungkapnya.

Sementara Ketua Karang Taruna Kelurahan Nae Faturrahman, menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kapolsek Rasanae Barat yang sudah menindak lanjuti terkait dengan beberapa tuntutan masyarakat pada saat kejadian bentrok Keluraha Nae dengan Kelurahan Sarae sebagai langkah menyelesaikan masalah kedua belah pihak.

"Dalam hal ini kami dari karang taruna kedua belah pihak sudah berkoordinasi dan telah membuat surat pernyataan Damai dari kedua belah pihak yang ditandatangani oleh RT RW, tokoh LPM, Lurah kedua Belah pihak, selanjutnya mengetahui oleh Kapolsek Rasanae Barat dan Camat Rasanae Barat dibawah Materai 6000", ujar Faturrahman.

Adapaun isi pernyataan kesepakatan damai  tersebut antara lain.

1. Kami para pemuda Kelurahan Na'E dan Kelurahan Sarae menjamin keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing dan berjanji untuk tidak melakukan perkelahian yang melibatkan tawuran atau membantu melakukan tawuran dengan cara saling melemparkan batu, melempar bom molotov dan melakukan hukum pidana lainya yang berakibat merugikan atau merusak rumah warga dikedua Kelurahan atau merusak fasilitas milik Negara. 

2. Kami Pemuda Kelurahan Na'E dan Pemuda Kelurahan Sarae membantu Pemerintah, Polri dan TNI mengamankan apabila  dari salah satu pihak kami atau secara individu melakukan pelanggaran hukum dan kami bersedia memberikan pemuda kepada pemuda atau yang mendukung secara khusus atau yang terlibat langsung melakukan tindka pidana kepada pihak kepolisian.

3. Kami Pemuda kelurahan Na'E dan Pemuda Kelurahan Sarae mendukung Polri dan TNI, babinsa bhabinkamtibmas, Lurah, RT / RW atau pemerintah lain untuk membantu menangkap para pemuda yang terlibat atau masyarakat yang melakukan keresahan yang berakibat konflik, komunitas masyarakat yang  menjual miras atau narkoba dan memberikan informasi atau identitas pelakunya untuk diambil dan diproses hukum

4. Kami Pemuda kelurahan Na'E dan Kelurahan Sarae berjanji untuk tidak melakukan pesta minuman keras dan / atau mabuk mabukan di tempat umum dan apabila terbukti kami bersedia di proses hukum, ditahan atau dibina di ruang tahanan Kepolisian.

5. Sehubungan dengan kejadian keributan yang melibatkan kelompok Pemuda kami di Kelurahan Na'E dan Kelurahan Sarae dengan ini memohon maaf kepada warga masyarakat di kedua Kelurahan  serta berjanji untuk tidak mengulangi lagi perbuatan tersebut.

6. Kami selaku pemerintah kelurahan, RT / RW, Karang Taruna, LPM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh Pemuda dengan ini berkewajiban untuk terus menjaga ketertiban di Lingkungan Kelurahan Na'E dan Kelurahan Sarae agar tidak menimbulkan masalah lagi yang menyebabkan konflik terulang kembali  dan apabila didapati permasalahan yang sama, maka kami bersedia menyerahkan pelaku kepihak yang berwajib untuk diproses secara hukum yang berlaku di Indonesia.

7. Kami selaku orang tua di Kel. Nae dan Kel. Sarae bertanggung jawab terhadap anak kandung ataupub keluarga atas keributan, keonaran, ataupun permasalahan yang mengarah kepada konflik yang luas yang terjadi dilingkungan dan kami selaku orang tua keluarga bersedia menyerahkan anak kami jika melakukan pelanggaran hukum.

8. Kami selaku pemuda masing-masing RT dikel. Nae dan Kel. Sarae bersedia menyerahkan kepada pihak kepolisian apabila permasalahan yang timbul di wilayah kami yang dilakukan oleh pemuda dikelurahan tersebut untuk diproses sesuai hukum yang berlaku. 

Setelah menandatangani 8 hasil kesepakatan Damai tersebut kedua belah pihak langsung berjabat tangan dan langsung pulang kerumahnya masing-masing. (RED)