Diduga Dianiaya Majikan, TKW Asal Kota Bima Meninggal

iklan 970x250 px

Diduga Dianiaya Majikan, TKW Asal Kota Bima Meninggal

10 Juli 2020
Kondisi Murni Saat Berada di RS

Kota Bima, BONGKAR,- Seorang TKW Asal Kelurahan Dara Kota Bima bernama Murni (40) Diduga dianiaya oleh majikannya hingga meninggal dunia disalah satu rumah sakit di Negara Bagian Malaysia.

Informasi meninggalnya Murni salah satu TKW ini dibenarkan oleh Amsor, Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja, Disnaker Kota Bima.

"Benar kita dapat laporan dari keluarganya kemarin," ujar Amsor saat dikonfirmasi diruang kerjanya, Jum"at (9/7).

Informasi awal diterima kemarin dari keluarga, bahwa korban sedang dirawat di RS GH Hospital pulau tikus di negara Malaysia, namun apa yang menjadi penyebab korban dirawat sampai saat ini masih simpang siur.

Pasalnya keluarga korban sudah sepekan terakhir putus kontak dengan korban, terakhir diketahui korban dirawat di Rumah Sakit setelah diinformasikan oleh TKW asal Dompu menemukan korban tergeletak didepan Rumah Sakit.

Dari situ kemudian dilaporkan ke Konsulat Indonesia, namun korban Kamis malam meninggal dunia "kalau penyebabnya sampai saat ini belum kita ketahui pasti, namun informasi sekarang sedang ditangani kepolisian setempat," terang Amsor.

Ditanyakan apakah ada dugaan Dianiaya? " Kita tunggu dulu hasil konfirmasi pihak konsulat, polis Malaysia juga ingin memastikan apa penyebab kematiannya.," Ungkapnya. Hanya saja kalau dilihat dari foto-foto korban memang ada bekas luka dibagian kaki, namun belum bisa disimpulkan apakah Akibat kekerasan atau bukan.

Namun Amsor mengakui kalau korban diketahui berangkat TKW secara resmi melalui PJTKI tahun 2016 dan sempat kembali tahun 2018, selanjutnya berangkat kembali ke Malaysia tanpa melalui PJTKI atau secara ilegal.

Karena berangkat tanpa melalui PJTKI makanya pihaknya kesulitan mengetahui siapa majikan tempat korban bekerja. Diketahui informasi awal korban pernah bekerja sebagai TKW setelah melihat berkas dokumen saat korban pertama kali menjadi TKW ” kalau tanpa melalui PJTKi kesulitan pemerintah mengetahui informasi Korban selama di Malaysia," terang Amsor.

Namun pihaknya sudah menghubungi Kemenaker RI dan Konsulat Indonesia tentang informasi Kematian korban dan sekarang sedang ditindaklanjuti " kita tunggu saja informasi lebih lanjut dari kementerian," tutup Amsor.(RED)