Pasien Terpapar Covid19 Meningkat, DPRD Minta Pantai Lawata Ditutup

iklan 970x250 px

Pasien Terpapar Covid19 Meningkat, DPRD Minta Pantai Lawata Ditutup

28 Juli 2020
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Bima Taufik H A Karim

Kota Bima, BONGKAR,- Sepertinya status Zona Hijau yang disandang oleh Kota Bima kini hanya tinggal sebuah status saja. Pasalnya dengan meningkatnya warga Kota Bima yang terpapar Covid-19 hingga ke angka 12 pasien ini menjadi catatan terburuk bagi Kota Bima yang dulu dikenal paling minim angka pasien positif Corona (satu orang positif Corona).

Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Kota Bima, Taufik H A Karim, kepada sejumlah wartawan Selasa (28/7) diruang kerjanya mengatakan, Tidak saja penanganan dan pengobatan pasien yang terpapar Covid-19 yang mesti harus terus diprioritaskan penanganannya oleh Tim Gugus Tugas Kota Bima. Namun antisipasi dan pencegahan mewabahnya Covid19 itu perlu juga dilakukan.

"Jika saja sekolah tidak diperbolehkan belajar tatap muka, maka tempat tempat pelayanan umum terutama tempat hiburan pun harus segera ditutup untuk sementara waktu, karena ini adalah bagian dari bentuk kepedulian pemerintahan dalam penanganan dan pencegahan Covid19", ungkap Taufik Duta PPP yang dikenal dengan keramahannya ini.

Seperti misalnya kata Taufik, pantai Lawata dan cafe cafe hiburan itu harusnya segera ditutup untuk sementara waktu.

Disisilain, dampak dari darurat covid-19 ini kata Taufik, sekolah-sekolah diliburkan dan siswa dianjurkan belajar dari rumah. Namun, tempat-tempat hiburan dan tempat wisata yang mengundang keramaian masih terus saja dibuka. "Seperti di Lawata, itu sangat ramai dikunjungi oleh masyarakat", ujarnya.

"Kasus corona di Kota Bima juga sudah luar biasa. 12 orang yang positif itu bukan jumlah yang sedikit, lalu kenapa pemerintah sampai hari ini belum juga menutup tempat wisata dan tempat hiburan tersebut, tegasnya.

Jangan menunggu banyak pasien yang terpapar Covid-19 dulu baru adanya tindakan dan Penanganan, harapnya. (RED)