Untuk Kota Bima Pasien Positif Covid19 Bertambah 25 Orang

iklan 970x250 px

Untuk Kota Bima Pasien Positif Covid19 Bertambah 25 Orang

29 Juli 2020
Ilustrasi 

Kota Bima, BONGKAR,- Ketua Harian Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi NTB H Lalu Gita Aryadi melalui siaran persnya pada hari Rabu (29/7) mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan hari ini terdapat 385 sampel dengan hasil 312 sampel negatif, 37 sampel positif ulangan, dan 36 sampel kasus baru positif Covid-19.

Untuk Kota Bima sendiri pasien Terpapar Covid19 sebanyak 25 orang. Diantaranya pasien nomor 1998, Ny RA, perempuan berusia 40 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Kemudian pasien nomor 1999, Tn A, laki-laki berusia 41 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Pasien nomor 2000, Ny EYN, perempuan berusia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien nomor 2001, An MAGO, laki-laki berusia 12 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Utara, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien nomor 2002, Ny STJ, perempuan berusia 56 tahun, penduduk Kelurahan Penatoi, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

“Pasien tersebut tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19. Saat ini menjalani isolasi terpusat di Kota Bima,” katanya.

Lalu pasien nomor 2003, Ny RH, perempuan berusia 39 tahun, penduduk Kelurahan Nae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien nomor 2004, Ny DY, perempuan berusia 27 tahun, penduduk Kelurahan Penaraga, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien nomor 2005, Ny N, perempuan berusia 27 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima.

Pasien nomor 2006, Ny MA, perempuanberusia 31 tahun, penduduk Kelurahan Rabadompu Barat, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien nomor 2007, Ny M, perempuan berusia 27 tahun, penduduk Kelurahan Manggemaci, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien nomor 2008, Ny NR, perempuan berusia 24 tahun, penduduk Kelurahan Jatiwangi, Kecamatan Asakota, Kota Bima.

Kemudian pasien nomor 2009, Ny MS, perempuan berusia 28 tahun, penduduk Kelurahan Penanae, Kecamatan Raba, Kota Bima. Pasien nomor 2010, Ny HW, perempuan berusia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien nomor 2011, Tn SA, laki-laki, usia 39 tahun, penduduk Kelurahan Dara, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien nomor 2012, Ny N, perempuan berusia 40 tahun, penduduk Kelurahan Sambinae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Pasien nomor 2013, Ny RS, perempuan berusia 32 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien nomor 2014, Ny LF, perempuan berusia 24 tahun, penduduk Kelurahan Ule, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Pasien nomor 2015, Ny NI, perempuan berusia 34 tahun, penduduk Kelurahan Paruga, Kecamatan Rasanae Barat, Kota Bima. Pasien nomor 2016, A, laki-laki berusia 61 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Pasien nomor 2017, Tn TAL, laki-laki berusia 25 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien nomor 2018, Tn MT, laki-laki berusia 24 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien nomor 2019, Ny NL, perempuan berusia 50 tahun, penduduk Kelurahan Sarae, Kecamatan Mpunda, Kota Bima.

Pasien nomor 2020, Tn. S, laki-laki berusia 60 tahun, penduduk Kelurahan Jatibaru, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien nomor 2021, An R, laki-laki berusia 13 tahun, penduduk Kelurahan Sadia, Kecamatan Mpunda, Kota Bima. Pasien nomor 2022, Tn AM, laki-laki berusia 35 tahun, penduduk Kelurahan Rabangodu Selatan, Kecamatan Raba, Kota Bima.

“Pasien yang disebutkan tersebut tidak pernah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit Covid-19,” katanya. (RED)