Mengidap Tumor Ganas, Dino Warga Rabadompu Timur Butuh Biaya Berobat

iklan 970x250 px

Mengidap Tumor Ganas, Dino Warga Rabadompu Timur Butuh Biaya Berobat

31 Agustus 2020
Dino saat di wawancarai oleh media

Kota Bima, BONGKAR,- Kisah pilu yang dialami oleh salah seorang warga di Rabadompu Timur RT 04 RW02 kecamatan Rasanae Timur yang hingga hari ini masih terbaring lemah tanpa ada uluran tangan dari pihak manapun.

Dino, mengidap penyakit yang hingga hari ini belum diketahui secara medis, tapi menurut pihak keluarga, Dino mengidap tumor ganas.

Menurut orang tua Dino, anak pertamanya itu baru tiba di kampung halaman tanggal 19 Agustus 2020, beberapa hari lalu. Sakit itu muncul sejak Dino merantau di Kalimantan Utara.

“Iya baru baru kemarin tiba di Kota Bima. Sebelumnya, selama 3 bulan anak saya diserang penyakit ini. Jadi pas tiba di rumah kondisinya sudah seperti ini,” ujar Marfah Senin (31/8).

Marfah pun mengisahkan jika anak pertamanya itu sejak awal sakit ingin pulang. Tapi terhambat karena Virus Corona. Akhirnya selama di Kalimantan, hanya menahan sakit dan tidak pernah sekalipun pergi berobat. Apalagi terkendala biaya dan tidak ada sanak saudara.

“Kata Dino awalnya hanya muncul benjolan biasa di bagian leher kanan, kemudian terus membesar seperti ini,” terang perempuan itu tak mampu menahan tangis.

Karena sudah ada di Kota Bima, pihaknya telah membawa Dino ke RSUD Bima untuk berobat. Tapi menurut dokter, diperkirakan anaknya menderita tumor. Hanya saja, pihak dokter menyarankan agar berobat lanjut ke Mataram atau Bali.

Namun dari saran itu, ia memikirkan biaya. Karena jangankan untuk berobat, mencukupi kebutuhan sehari-hari pun sulit.

“BPJS ada, tapi bagaimana untuk biaya lain selama kami di sana nanti,” terangnya.

Selama belasan hari Dino di kampung halamannya, Pemerintah Kelurahan Rabadompu Timur belum ada yang datang melihat, apalagi untuk mendata agar bisa mendapatkan bantuan.

Kendati demikian, selaku orang tua, ia sangat berharap perhatian dan bantuan dari pemerintah, agar bisa meringankan derita yang dialami anaknya tersebut.

“Kalau bisa dibantu, biar anak saya sembuh,” lirihnya.

Dino selain sulit bernafas, juga susah untuk makan minum. Tidak hanya itu, pria yang masih bujang itu tidak bis memejamkan mata dan tidur. Sehari – hari Dino hanya duduk dan berbaring dengan suara mendengkur tanpa henti.

Sementara Kadis Dinas Sosial Kota Bima Muhidin menyarankan untuk mengajukan proposal dana bantuan kepada Pemerintah Kota Bima.

"Kalau bisa pihak keluarga segera membuat proposal untuk diajukan ke pemerintah kota Bima cq BPKAD Kota Bima", ujarnya. (RED)