Aksi Demo Air Bersih, Korlap Imam Sorot Walikota Bima Yang Jual Air Kemasan

iklan 970x250 px

Aksi Demo Air Bersih, Korlap Imam Sorot Walikota Bima Yang Jual Air Kemasan

14 September 2020
Warga Bima Baru dan Dara Saat aksi Demonstrasi didepan kantor Walikota Bima

Kota Bima, BONGKAR,- Puluhan Warga Bina Baru Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Senin (14/9) menggelar aksi Demonstrasi didepan kantor Walikota Bima. Mereka menuntut agar Pemerintah segera menyelesaikan persoalan krisis air bersih yang sudah belasan tahun lamanya tidak mampu direalisasikan.

Korlap aksi Imam Juardi dalam orasinya meminta kepedulian Pemerintah Kota Bima agar bisa segera menuntaskan masalah krisis air yang melanda warga Bina Baru dan Dara selama puluhan tahun lamanya. 

“Kami hanya meminta kepedulian pemerintah Kota Bima agar segera menuntaskan kebutuhan masalah air bersih bagi warga Bina Baru dan warga Dara, karena selama ini Pemerintahan Kota Bima hanya terlihat berpangku tangan atas derita warga Bina Baru", ujarnya.

Aksi yang dihadiri juga oleh kaum ibu - ibu tersebut terlihat berbagai sepanduk yang bertuliskan kritikan atas sikap pemerintah Kota Bima yang tidak pernah pro terhadap kepentingan warga Bina Baru. Bahkan untuk mengekspresikan kekesalan, massa aksi membawa galon kosong dan sejumlah botol untuk meminta air kepada pemerintah. 

Warga dalam tuntutannya menagih janji Pemerintah Kota Bima untuk serius memperhatikan kondisi warga yang kesulitan memperoleh air bersih. Belasan tahun hidup mereka sengsara karena harus mengais air bersih di tempat yang tidak layak.

"Kalian pemerintah tega sekali membiarkan kami untuk mengambil air dari got kotor," ungkap salah seorang warga.

Korlap aksi Imam Juardi juga menyorot  Walikota Bima H. M Lutfi yang dinilai justru menjual air di tengah derita warga yang kesulitan mendapatkan air bersih. Hidup mereka tidak pernah tenang karen urusan kebutuhan vital yang tidak bisa dipenuhi setiap hari. 

"Semua tahu Walikota Bima itu jual air kemasan dengan Merk Asakota. Air juga diambil di rumah Walikota Bima, sementara kami krisis air bersih selama 15 tahun," ungkapnya. 

Selama ini diakui Imam, Walikota Bima juga hanya janji-janji. Mereka juga beberapa kali sudah melakukan audiensi, tapi tidak ada hasil alias nihil untuk warga Bima Baru.

"Jelas kami sudah tidak tahan, bayangkan saja kami selama 15 tahun kesulitan dapat air bersih," terangnya. 

Ibu - ibu yang ikut berdemonstrasi juga angkat bicara. Uang mereka habis untuk membeli air. Air satu tangki yang dibawa juga tidak akan cukup untuk penuhi kebutuhan warga. 

"Kami ingin urusan air ini segera diselesaikan," tegas Rahmawati. (RED)