Proyek Mata Air Tampiro Dinilai Dikerjakan Asal-asalan Oleh Oknum Kontraktor

iklan 970x250 px

Proyek Mata Air Tampiro Dinilai Dikerjakan Asal-asalan Oleh Oknum Kontraktor

7 September 2020
Foto salah satu pekerjaan yang dinilai asal-asalan oleh warga Sanggar

Kabupaten Bima BONGKAR,- Pekerjaan Proyek di Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima yang menelan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020 sebesar Rp.967.600.000 dinilai dikerjakan asal-asalan oleh oknum kontaktor. Dari enam item pekerjaan yang sudah diselesaikan pada bulan Juli 2020 lalu, rupanya ada beberapa bangunan yang sudah mulai terlihat retak dan rusak parah. 

Adapun 6 item pekerjaan yang dimaksud tersebut antara lain, pekerjaan pembuatan ruang ganti dan toilet, pembangunan tempat ibadah, pembuatan parit, pembuatan lapak, pembuatan cor bagi si pejalan kaki, Plaza pusat jajanan. Dan dari 6 item pekerjaan fisik itu masing-masing dikerjakan oleh CV.

Sementara salah satu warga Sanggar Kabupaten Bima, Dahlan pada Senin (6/9) menuturkan jika ia merasa tidak puas dengan pekerjaan proyek wisata Mata Air Tampiro tersebut.

"Dengan anggaran pekerjaan Rp.967.600.000 itu kami berharap bisa dikerjakan dengan baik oleh pihak Kontraktor, namun kenyataannya, baru satu bulan usia pekerjaan tersebut kok sudah ada yang rusak", ujarnya.

Karena melihat hasil pekerjaan tidak memuaskan, Dahlan pun minta Dinas Pariwisata Kabupaten Bima untuk segera melakukan monitoring pada beberapa pekerjaan fisik yang masih dalam masa pemeliharan. 

"Dinas terkait harus segera turun kelokasi untuk mencek langsung kondisi pekerjaan, dan kami juga meminta pihak kontraktor untuk segera memperbaiki kembali pekerjaannya tersebut," ungkapnya. 

Jikapun pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Bima dan pihak kontraktor tinggal diam dengan masalah ini, maka Dahlan dan seluruh Masyarakat Sanggar akan memboikot aset Wisata tersebut. 

"Dinas harus segera bertindak,  jika tidak maka kami Masyarakat Sanggar akan melakukan penyegelan terhadap pekerjaan tersebut" terangnya.

Disisi lain,  Dinas Pariwisata Kabupaten Bima maupun pihak pelaksana masih diupayakan Konfirmasi terkait persoalan ini. (RED)