Proyek Wisata Mata Air Tampiro Dikerjakan Asal, Dewan Akan Laporkan Ke Kepolisian dan Kejaksaan

iklan 970x250 px

Proyek Wisata Mata Air Tampiro Dikerjakan Asal, Dewan Akan Laporkan Ke Kepolisian dan Kejaksaan

8 September 2020

Anggota DPRD Kabupaten Bima Muhammad Erwin saat berada di Dinas Pariwisata Kabupaten Bima


Kabupaten Bima BONGKAR,- Pekerjaan proyek Wisata Mata Air Tampiro yang dinilai dikerjakan asal-asalan oleh oknum Kontraktor, Anggota DPRD Kabupaten Bima Muhammad Erwin Selasa (8/9) menegaskan akan melaporkan kasus tersebut ke Kejaksaan dan Kepolisian.


Proyek yang berada di wilayah Desa Piong Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima itu telah menelan Anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) 2020 sebesar Rp.967.600.000,  dan dari anggaran ratusan juta tersebut oleh pemerintah Kabupaten Bima telah dibagi sebanyak enam (6) item pekerjaan yang antara lain, pekerjaan pembuatan ruang ganti dan toilet, pembangunan tempat ibadah, pembuatan parit, pembuatan lapak, pembuatan cor bagi si pejalan kaki, Plaza pusat jajanan. (Baca Juga : Proyek Mata Air Tampiro Dinilai Dikerjakan Asal-asalan Oleh Oknum Kontraktor)


Kepada sejumlah wartawan, Muhammad Erwin yang juga anggota DPRD Kabupaten ini menyatakan kekecewaannya terhadap pihak Pemerintah Daerah yang dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Bima yang tidak mampu mengontrol pekerjaan proyek wisata Mata Air Tampiro.


"Saya merasa kecewa terhadap Dinas Pariwisata Kabupaten Bima yang tidak mampu mengontrol pekerjaan proyek Wisata Mata Air Tampiro, padahal Dinas Pariwisata Kabupaten Bima ini memiliki kapasitas untuk menegur pihak kontraktor pekerjaan proyek, jika ditemukan pekerjaan yang tidak layak", ujarnya.


Erwin pun mengaku jika dirinya sudah beberapa kali ke Kantor Dinas Pariwisata (Dispar) untuk bertemu langsung dengan Kadis Pariwisata Kabupaten Bima, Dahlan H Muhammad.


"Dua minggu saya ke Dispar tapi tidak pernah bertetemu dengan kepala Dinasnya,", ungkapnya.


Menurut Erwin, Campuran bahan pada pekerjaan beberapa bangunan proyek tersebut tidak sesuai dengan Bestek. Maka dari itu, Erwin pun menegaskan agar pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Bima segera memanggil pihak kontraktor/pelaksana untuk kembali mengerjakan ulang bangunan tersebut.


"Campuran material tidak sesuai, kami minta pihak Dinas Pariwisata Kabupaten Bima untuk segera memanggil pelaksanaan untuk kembali memperbaiki pekerjaan tersebut," tegar Anggota DPRD asli Sanggar ini.


Disisilain Erwin juga mengaku akan melaporkan pihak pihak yang terlibat dalam pekerjaan proyek Wisata Mata Air Tampiro.


"Saya bersama anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bima akan melaporkan pekerjaan tersebut pada pihak kepolisian dan Jaksa, karena banyak temuan kami pada pekerjaan tersebut yang diluar dari bestek", terang Duta PPP ini.


Sementara Kepala Dispar Kabupaten Bima Dahlan H Muhammad yang ingin dikonfirmasi oleh sejumlah wartawan pada Selasa (8/9) di kantor nya, tidak berada ditempat karena sedang berada di Kecamatan Sanggar Kabupaten Bima.


Hingga berita ini pun diterbitkan, pihak pelaksana masih diupayakan di Konfirmasi. (RED)