Teruntuk Pimpinan Daerah dan Pordasi Bima Kota dan Kabupaten, Kami Rindu Debu Suci Arena

iklan 970x250 px

Teruntuk Pimpinan Daerah dan Pordasi Bima Kota dan Kabupaten, Kami Rindu Debu Suci Arena

28 September 2020
Andri Adiman dan Para penghobi Pacuan Kuda

Pimpinan daerah dan Pimpinan Pordasi yang kami hormati dan sangat kami cintai, pacuan terakhir pertengahan Oktober tahun lalu yang biasanya dua sampe empat kali setahun, Antusias dan euforia masyarakat dan tuan-tuan pimpinan Daerah pun sungguh kami rindukan.
    
Kalau memang perbandingannya adalah penyebaran covid, Menjadi pertanyaan klise pecinta kuda Bima, mengapa daerah NTB yang lain Bisa berkegiatan padahal satu pulau ? kecemburuan adalah hal yang wajar adanya, karna Bima dan daerah lain satu provinsi, Mungkin Soal anggaran dan bla bla bla kegiatan yang menjadi kendala yang kami minim pengetahuan akan hal itu, apa mungkin kami pecinta kuda pacu memakai swadaya sendiri seperti Perbaikan arena kemarin? Kalian ini bagaimana ? terus terang lah , Atau kami harus bagaimana? Kok diam saja.
       
Kasih kejelasan jangan membisu,  kami tak butuh drama , kami bosan dengan itu. Kalian tak memikirkan kami pagi dingin mandikan kuda ,siang sore panas nyabit rumput, Dengan event yang tak ada ini? Sempoyongan hobby dan budaya ini tuan, antara hilang saat ini atau hilang perlahan  dan Kami harus bagaimana tuan?.

Bisakah Perkara dan urusan politik sejenak kalian , Uruslah dulu pecinta kuda yang di ambang kejenuhan, tak tau arah harus mengadu ke siapa ! Kritik kami di tolak, suara di bungkam, mulut membisu, telinga pura-pura tuli, Mata seakan buta, terus kami harus bagaimana? Tolonglah beri kami kejelasan, Sampai kapan drama lelucon ini berakhir.
  
Maaf dan Terima kasih Tuan-tuan yang gagah.

Salam hormat kami Pecinta kuda pacu Bima 
Andri Adiman