Warga Tolowata Gedor Kantor DPRD Kabupaten Bima, Tuntut Pembangunan Dam Tolo Mango

iklan 970x250 px

Warga Tolowata Gedor Kantor DPRD Kabupaten Bima, Tuntut Pembangunan Dam Tolo Mango

15 September 2020
Warga Tolo Wata Menggedor Kantor DPRD Kabupaten Bima

Kota Bima BONGKAR,- Ratusan warga Tolowata Kecamatan Ambalawi Kabupaten Bima Menggedor Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bima. Kedatangan Ratusan petani ini guna menuntut Bupati Bima Hj Indah Dharmayanti Putri, dan Ketua DPRD Kabupaten Bima Muhammad Putra Ferryandi untuk memenuhi janji Perbaikan Dam Tolo Mango. 

Dalam orasinya, Syarif Rahman menyatakan, kedatang para Petani di depan Kantor DPRD Kabupaten Bima ini untuk menagih janji Bupati pada tahun 2015 lalu.

"Kami minta Ketua DPRD dan Bupati Bima memenuhi janjinya Pada tahu 2015 lalu," ujar Syarif Rahman pada Selasa (15/9) didepan kantor DPRD Kabupaten Bima.

Selain itu Syarif juga menuding Pemerintah Kabupaten Bima dan Ketua DPRD Kabupaten Bima sudah memandang sebelah mata pembangunan Dam Tolo Mango.

"Pemerintah kabupaten Bima dan Ketua DPRD Kabupaten Bima telah memandang sebelah mata pembangunan Dam Tolo Mango" terangnya.

Massa aksi lain juga menyatakan,
hadirnya perwakilan petani ini,  menuntut janji Bupati saat berkunjung di Ambalawi 4 tahun lalu, dan hingga saat ini belum juga terealisasi. 

"Kami bukan maling, tapi datang untuk menagih janji bupati bima," ucapnya. 

Massa aksi lain Hasnun, menyatakan, anggaran Dam Tolo mango pernah di bahas pada tahun 2019 dan dimasukan melalui APBD murni tahun 2020. Tapi anggaran yang telah dibahas itu seolah hilang dari pagu anggaran Pemerintah Kabupaten Bima.

"Anggaran Dam Tolo Mango telah dianggaran tahun 2020. Namun setelah dilakukan banggar. Anggaran itu hilang,  dan entah kemana. Diduga ada konspirasi jahat yang dilakukan oleh Pemda dan DPRD Kabupaten Bima" ujarnya. 

Hasnun juga berharap agar anggaran Dam Tolo Mango di masukan kembali ke APBD-P, dan Jika aspirasi Warga itu tidak diperjuangan, maka kami akan memboikot kembali jalan Lintas Wera Bima. 

"Anggaran Dam Tolo Mango wajib di masukan dalam anggaran perubahan, dan jika aspirasi kami tersebut tidak diperjualbelikan, maka kami akan melakukan pemblokiran jalan lintas Ambalawi," tegasnya. (RED)