Pasangan Syafa'ad Sambangi Dusun Kawae, Warga Usulkan Pemekaran Desa

iklan 970x250 px

Pasangan Syafa'ad Sambangi Dusun Kawae, Warga Usulkan Pemekaran Desa

2 Oktober 2020
Pasangan Syafa'ad saat di Dusun Kawae, Desa Maria Utara

Kabupaten Bima,- Setelah melakukan kampanye di desa Ntori, Pasangan Syafa'ad kembali menyisir di pedalaman Dusun Kawae Desa Maria Utara untuk berdialog langsung dengan masyarakat setempat.

Dipuncak Dusun Kawae, Aji Syafru kembali Bernostalgia, bagaimana merajut pembangunan di dusun yang damai dan sejuk itu pada saat ia menjabat Bupati Bima.

"Disini ada nostalgia yang tak terlupakan. Bagaimana saat itu saya menghadirkan kementerian Pedesaan, untuk menggali potensi air yang ada di Dusun Kawae Desa Maria Utara", Ungkapnya.

Sambil menunjuk air yang mengucur deras di salah satu pemukiman warga, di sekitar tempat pertemuan terbatas yang tetap mematuhi protokol covid-19.

Tentu nostalgia yang diceritakan Aji Syafru, disambut gegap gempita dan tepukan keakraban dari puluhan warga Dusun Kawae yang ikut dalam pertemuan terbatas tersebut.

"Syafa'ad pasti menang. Syafa'ad pembawa perubahan,"yel-yel warga Kawae, seruhan dari warga Dusun Kawae...

Air dan sumber daya yang melimpah diingatkan Aji Syafru, adalah perrmata dan harta sebagai anugerah luar biasa dari Allah SWT. Maka sebutnya, pelihara dan jaga sebagai modal utama meraih penghidupan sepanjang masa.

Mantan Kepala Desa Maria, Syamsuddin yang mengawali isi hati warga Dusun Kawae mengingatkan,  pembangkit PDAM di Dusun ini yang mengalir luas di sejumlah wilayah Wawo, buah tangan dan torehan kerja dari Aji Syafru saat menjadi Bupati 1.5 tahun dulu.

H Yasin H Darsono,  tokoh masyarakat Dusun Kawae, mengusulkan jika Syafa'ad terpilih, program terasering dan pelestraian mata air menjadi prioritas utama.

Tokoh Muda Dusun Kawae, IB meminta komitmen tertulis pada Paslon Syafa'ad menandatangani usulan dan keinginan warga Dusun Kawae menjadi Desa tersendiri atau dimekarkan dari Desa induk Desa Maria Utara.

Aji Syafru menjawab usulan warga, soal pemekaran desa mesti memenuhi syarat utama yakni jumlah penduduk, ketersedian tanah untuk kantor desa dan ada rekomendasi dari desa induk.
"Insya Allah dari sisi jumlah penduduk sudah memenuhi, tergantung komitmen saja,"jawabnya.

Masalah pelestarian sumber daya air, dipastikan Aji Syafru, warga Dusun Kawae tidak perlu ragu. Sebab, saat menjadi Bupati dulu, keberpihakan terhadap pelestarian sumber daya air sudah dibuktikan dengan membijaki penggelontoran anggaran miliaran rupiah dan mendatangkan Kementerian PDT. 

"Soal sumber daya air warga Dusun Kawae tidak perlu ragu. Itu adalah kewajiban kami Paslon Syafa'ad. (ADV/RED)