Kasus Dugaan Penggelapan Dana Kampus, 7 Oknum Dosen STKIP Bima Dilaporkan ke Polda NTB

iklan 970x250 px

Kasus Dugaan Penggelapan Dana Kampus, 7 Oknum Dosen STKIP Bima Dilaporkan ke Polda NTB

22 November 2020
Ketua Yayasan STKIP Bima, Dr. Nasution

Kota Bima, BONGKAR,- Kasus dugaan tindak Pidana penggelapan atau penipuan yang melibatkan beberapa oknum Dosen di Kampus STKIP Bima, telah dilaporkan ke Polda NTB.

Sebanyak 7 orang Dosen yang berinisial MS, AA, NH, AZ, AA, AM, dan MF dilaporkan oleh pihak kampus STKIP Bima pada tanggal 20 November 2020, dengan nomor laporan LP/360/XI/2020/NTB/SPKT.

Akibat dugaan penggelapan Dana kampus tersebut pihak kampus merasa dirugikan, karena selama 9 bulan gaji para dosen tersebut belum bisa dibayarkan oleh pihak Kampus.

Kepada media ini Ketua STKIP Bima Dr. Nasution, Minggu (22/11), menjelaskan jika pada awalnya pihak kampus telah membentuk satu tim audit internal untuk mengukap fakta dugaan dibalik penggelapan dana kampus tersebut.

"Sejak awal kami sudah membentuk tim audit untuk mengungkap dugaan penggelapan dana kampus tersebut, dan Al hasil kata Nasution, dari pengungkapan tim audit tersebut ada aliran dana sebanyak 12 Milyar yang tidak mampu di pertanggung jawabkan".

Nasution pun mengisahkan bahwa sebelumnya pihak kampus telah melakukan upaya pemanggilan terhadap 7 dosen tersebut, dan meminta mereka agar mengembalikan sejumlah uang yang digunakan tanpa kwitansi tersebut, Namun hingga sampai hari ini tidak ada niat baik dari yang mereka, "justru yang mereka tunjukkan pada kami hanya perlawanan saja", ungkap Ketua STKIP Bima ini.

"Karena tidak ada niat baik dari mereka, ya kami pun terpaksa melaporkan kasus ini ke Polda NTB" ujarnya.
Laporan ke Polda NTB

Ketika pun ditanya apakah pihak kampus merasa dirugikan dengan adanya kasus dugaan penggelapan dana kampus tersebut, Nasution pun menegaskan "sangat sangat dirugikan, karena sudah 9 bulan lamanya gaji para Dosen belum bisa kami bayarkan", ujarnya.

Disisilain Ketua Puket 3 Herman, M.Pd yang dipercayakan oleh pihak Kampus untuk melaporkan dugaan tindak pidana Penggelapan 7 oknum Dosen STKIP Bima tersebut menegaskan, "karena hasil audit internal dan eksternal ini tidak memiliki kekuatan hukum tetap, maka dari itu kami pun mengambil langkah untuk melaporkan kasus dugaan tindak pidana penggelapan atau penipuan tersebut ke Polda NTB". 

Selain sudah melaporkan kasus tersebut ke Polda NTB, Herman pun masih berharap agar ada itikad baik dari 7 oknum Dosen untuk sedianya mengembalikan sejumlah uang tersebut. Karena menurutnya dia pun sudah menjadi korban dari kasus tersebut.

"Saya juga ini korban, sudah 9 bulan saya tidak terima gaji lagi" terangnya. (RED)