Mencatut Sejumlah Nama Wartawan Bima, Korwil MOI Bali Nursa Bakal Dilaporkan Ke Polres Bima Kota

iklan 970x250 px

Mencatut Sejumlah Nama Wartawan Bima, Korwil MOI Bali Nursa Bakal Dilaporkan Ke Polres Bima Kota

9 November 2020

Proposal kegiatan jurnalistik yang mencatut nama Wartawan Bima

Kabupaten Bima BONGKAR,- Diduga Oknum Korwil MOI Bali Nusra, SKR (43) mencatut sejumlah nama wartawan Bima dalam sebuah proposal bantuan dana kegiatan jurnalistik.

Tindakan tak senono Oknum SKR ini akhirnya berbuntut panjang. Koordinator AJI Bima Sofyan Ashari saat diwawancarai oleh sejumlah wartawan menyampaikan, mencatut nama dan pemalsuan tanda tangan yang dilakukan oleh SKR dalam proposal tersebut sangat tidak etis dan merugikan anggota AJI. Apalagi proposal itu meminta bantuan dana dengan dalih mengadakan kegiatan jurnalistik.

"Kami sangat dirugikan dan kami akan melaporkan kasus ini ke Polres Bima Kota besok Selasa," tegasnya, Senin, (9/11).

Selain mencantumkan nama Fahrunnas,  kata Pian sapaannya,  SKR yang juga Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) MOI wilayah Bali Nusra tersrbut, juga mencantumkan nama pemimpin media lain sebagai panitia. Seperti nama Jack Garda Asakota, Ketua PWI Bima Indra Gunawan, Mahrun media Obor Bima, Atina media Radar Tambora dan Irawan media MNC.

Padahal orang yang dicantumkan dalam struktur panitia tersebut tidak pernah tahu. Mereka merasa heran karena ada namanya dalam proposal.

Atina dari Media Radar Tambora juga heran ada namanya dalam proposal tersebut. Awalnya ia tahu saat dirinya datang ke Polres Bima Kota untuk liputan. 

Tiba di Polres, Atin langsung dipanggil oleh salah satu anggota Humas Polres dan memberikan amplop putih berisi uang.

Heran dengan pemberian itu, Atina pun bertanya uang untuk apa. Anggota Humas  menjawab uang dari pengajuan proposal IWABI yang diajukan kemarin. Kebetulan Seksi Dana dalam proposal ada tercantum nama Atina.

"Saya kaget nama saya dicantumkan dalam kepentingan pribadi SKR, dan ini tidak boleh dibiarkan dan harus kami laporkan ke Polisi," tegasnya.

Sementara itu Khaerunas juga mengaku tidak pernah menandatangani proposal tersebut dan merasa kaget saat diberitahu oleh salah satu anggota AJI.

"Itu bukan tanda tangan saya, bukan seperti itu model tanda tangan saya," ungkapnya.(RED)