Pakar Hukum Tata Negara Menilai, Penetapan Tersangka Feri Sofian Baiknya Dilakukan Secara Hati hati

iklan 970x250 px

Pakar Hukum Tata Negara Menilai, Penetapan Tersangka Feri Sofian Baiknya Dilakukan Secara Hati hati

16 November 2020
Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia Makassar, Dr. Fahri Bachmid,S.H.,M.H.

Kota Bima, BONGKAR,- Gonjang ganjing seputar persolan penetapan tersangka Wakil Walikota Bima Feri Sofian yang melahirkan berbagai perspektif hukum. Seorang Pakar Hukum Tata Negara Universitas Muslim Indonesia Makassar, Dr. Fahri Bachmid,S.H.,M.H. mengatakan, "Penetapan tersangka Feri Sofian oleh penyidik Polresta Bima Kota harus dilakukan secara hati-hati dan cermat, karena jangan sampai penetapan tersangka ini dilakukan secara tidak objektif dan jauh dari spirit penegakan hukum itu sendiri".

Selanjutnya Kata Fahri, Penyidik memang mempunyai wewenang dalam melakukan suatu proses penyelidikan dan penyidikan,bahkan menetapkan seseorang sebagai tersangka, tetapi dalam mengunakan kewenangan itu, hendaknya penyidik mempedomani kaidah-kaidah hukum yang berlaku, apalagi delik yang disangkakan adalah delik yang berkaitan dengan lingkungan hidup yang diatur dalam ketentuan norma pasal 109 UU RI No. 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, yang telah diubah dengan UU RI No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja.

Dengan demikian menurut Fahri, ada implikasi yuridis serta norma sekaitan dengan kedua undang-undang ini, ada perubahan paradigma serta orientasi pada produk UU Cipta Kerja ini, sepanjang berkaitan dengan pengaturan rezim lingkungan hidup.

Untuk itu lanjut Fahri, penyidik harus sangat mendalam kajian hukumnya dalam membangun konstruksi perkara ini. 

"Menurut hemat saya, Feri Sofian dapat saja mengambil langkah-langkah perlawanan secara legal konstitusional, yang salah satunya adalah mengajukan upaya hukum Praperadilan kepengadilan untuk mempersoalkan penetapan tersangka kepada dirinya berdasarkan Surat Ketetapan Nomor : S. Tap/159/XI/2020/Reskrim bertanggal 10 November 2020, tersangka Feri Sofian boleh men”Challenge” produk penetapan tersangka itu kepengadilan, biar diadu segala sesuatunya dalam forum praperadilan", Ujarnya. (RED)