Sekertaris LASMURA NTB Pertanyakan Kemana Dana Rp 400 Juta Untuk Pemenang Pasang IMAN

iklan 970x250 px

Sekertaris LASMURA NTB Pertanyakan Kemana Dana Rp 400 Juta Untuk Pemenang Pasang IMAN

25 Januari 2021
Sekertaris Lasmura, Suhadah Mas'ud

Kabupaten Bima, BONGKAR,- Kisruh dana pembinaan partai Hanura Kabupaten Bima memicu tanda tanya bagi sejumlah Pengurus Laskar Muda Hanura (Lasmura) NTB. Dana yang diketahui 20 persen dari 2 miliar tersebut digelontorkan oleh DPP Partai Hati Nurani Rakyat untuk pemenangan pasangan IMAN (Irfan-Herman) pada Pilkada Kabupaten Bima.

Sekertaris Laskar Muda Hanura NTB, Suhada Mas’ud pada, Senin (25/1) disalah satu rumah makan di Kota Bima, mengungkapkan jika saat ini DPC Partai Hanura Kabupaten Bima tengah dirundung persoalan terkait masalah uang sebesar Rp 400 juta.

"beberapa bulan yang lalu, ada kunjungan kerja DPP Partai Hanura Agus Abdullah, yang juga Korwil Nusa Tenggara (Nusra) di kantor DPC Hanura Kabupaten Bima, untuk konsolidasi kemenangan IMAN", ujarnya.

Di tengah konsolidasi tersebut kata Suhadah, diketahui ada kiriman DPP berupa uang ke rekening DPC Hanura Kabupaten Bima sekitar Rp 400 juta. Uang itu mestinya dipergunakan untuk kemenangan IMAN, namun yang terjadi uang itu tidak digunakan sama sekali.

“Lantas kemana uang itu, kenapa tidak dimanfaatkan untuk konsolidasi kemenangan IMAN,” tanyanya.

Menurut Suhada berdasarkan pengakuan Agus Abdullah, dana konstribusi 20 persen tersebut dipakai untuk kepentingan pemenangan pasangan yang diusung oleh Partai Hanura. Namun hingga saat ini, soal uang itu tidak ada kejelasan dan transparansi serta kejujuran kepada para kader maupun pengurus partai.

“Sikap Ketua DPC Partai Hanura Kabupaten Bima tentu telah menyalahi etika politik dan pelanggaran AD/ART Partai Hanura,” tudingnya.

Terkait permasalahan tersebut diakui Suhada, sedang dalam penanganan Dewan Kehormatan Partai Hanura, sebagai lembaga yang berwenang atas pelanggaran yang dilakukan oleh kader partai.

“Masalah ini juga sudah diketahui oleh Ketua DPD Partai Hanura,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Partai Hanura Abdurrahman yang berusaha dikonfirmasi terkait masalah itu, belum memberikan jawaban.

Awalnya ditelpon sejumlah pekerja media, pria yang juga anggota DPRD Kabupaten Bima tersebut tidak mengangkatnya. Dikonfirmasi melalui pesan singkat, juga tidak membalas. Lalu dihubungi kembali, handphone-nya sudah tidak aktif.

Sejumlah wartawan yang berusaha menemuinya di Kantor DPRD Kabupaten Bima, yang bersangkutan juga tidak ada. (RED)