Kasi Intel Kejari : Dengan Mengembalikan Sejumlah Uang Hasil Dugaan Korupsi, Tidak Lantas Menggugurkan Perilaku Dugaan Korupsinya

iklan 970x250 px

Kasi Intel Kejari : Dengan Mengembalikan Sejumlah Uang Hasil Dugaan Korupsi, Tidak Lantas Menggugurkan Perilaku Dugaan Korupsinya

25 Februari 2021
Kasi Intel Kejari Raba Bima Andy Sudirman

Kota Bima, BONGKAR,- Kasus dugaan Korupsi pengadaan Jas di DPRD Kota Bima yang diduga melibatkan Ketua DPRD Kota Bima masih terus dinanti proses pengungkapannya. Sementara Pihak Kejaksaan Negeri Raba Bima yang dalam hal ini sebagai lembaga  yang dipercayakan untuk mengungkap kasus dugaan korupsi tersebut, dinilai lamban dan tidak memiliki taring untuk mengungkap kasus yang menjerat nama Ketua DPRD Kota Bima ini. 

Mengamati perkembangan kasus dugaan korupsi yang ditangani oleh Kejari Raba Bima, seorang warga Kota Bima Herman, M.Pd kepada media ini mengatakan, Kejari Raba Bima harus proaktif dalam mengusut tuntas kasus yang melibatkan oknum Ketua DPRD Kota Bima itu.

"Kejari Raba Bima harus proaktif dalam mengusut dan mengungkap kasus yang melibatkan Ketua DPRD Kota Bima ini", ujar Herman kepada media ini Selasa (23/2) di Kantor Kejari Raba Bima.

Terlebih lagi lambannya kerja aparatur penegak hukum ini dugaan Herman, lebih disebabkan adanya intervensi dari pihak pihak lain.

"jangan jangan ada intervensi Pemerintah Daerah dalam penanganan kasus tersebut, sebab sampai hari ini, belum ada satupun yang ditetapkan tersangka", duganya.

Disisi lain, berdasarkan hasil audit investigasi yang dilakukan oleh pihak Inspektorat Pemerintah Kota Bima, telah ditemukan adanya penyimpangan anggaran negara sebesar Rp 200 juta. Dan rinciannya, dua paket  pengadaan baju dan jas TA 2019 dengan total senilai Rp545 juta, dengan rincian paket pertama Rp335 juta dan paket kedua Rp210 juta. (Baca Juga : Kasus Dugaan Sekandal Korupsi Pengadaan Jas, Herman Minta Kejari Proaktif)

Selanjutnya dari hasil temuan penyimpangan Rp 200 juta tersebut, menurut informasi yang diperoleh media ini, bahwa ada upaya yang bersangkutan untuk mengembalikan sejumlah uang Rp 200 juta itu, Dan disinyalir  juga ada upaya dugaan yang mau menghilangkan alat-alat bukti yang ada.

Sementara pihak Kejaksaan Negeri Raba Bima melalui Kasi Intel Andy Sudirman mengatakan jika kasus dugaan Korupsi pengadaan baju dan jas di DPRD Kota Bima tersebut, masih dalam tahap Pengumpulan bahan dan Keterangan (Pulbaket) saja, alias tidak ada perkembangan sama sekali.

"Kasus tersebut masih dalam pengumpulan bahan dan keterangan", ujarnya saat dikonfirmasi oleh media ini didalam ruangan kerjanya.

Disamping itu, jikapun ada upaya mau mengembalikan uang Rp 200 juta dari hasil dugaan korupsi tersebut, Menurut Andy hal itu "tidak lantas menggugurkan perilaku korupsinya", ujarnya. (RED)