Kasus Dugaan Sekandal Korupsi Pengadaan Jas, Herman Minta Kejari Proaktif

iklan 970x250 px

Kasus Dugaan Sekandal Korupsi Pengadaan Jas, Herman Minta Kejari Proaktif

23 Februari 2021
Kasi Intel Kejari Raba Bima Andy Sudirman saat diwawancarai oleh wartawan

Kota Bima, BONGKAR,- Kasus Dugaan  Sekandal Korupsi pengadaan jas yang melibatkan oknum Anggota DPRD Kota Bima, hingga hari ini masih berjalan ditempat. Pada hal kasus yang merugikan negara tersebut sudah ditemukan adanya Dugaan Penyimpangan dari dua paket pengadaan baju dan jas TA 2019 dengan total senilai Rp545 juta dengan rincian paket pertama Rp335 juta dan paket kedua Rp210 juta.

Akibat dari lambannya proses penanganan kasus dugaan Korupsi pengadaan jas yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Negeri Raba Bima, Herman, M.Pd, kepada sejumlah wartawan Selasa (23/2) di Kantor Kejari Raba Bima mengatakan, "ada rekayasa dalam kasus ini", dan sekaligus mendesak Kejari Raba Bima untuk proaktif dalam menangani kasus dugaan korupsi di DPRD Kota Bima tersebut. ( Baca juga : Sekandal Dugaan Kasus Korupsi Pengadaan Baju Dibidik Kejaksaan)

"Kejari Raba Bima harus proaktif dalam penanganan kasus pengadaan jas di DPRD Kota Bima ini, dan saya menduga ada rekayasa dalam kasus yang melibatkan Ketua DPRD Kota Bima ini", ujarnya.

Terkait lambannya penanganan kasus dugaan korupsi di DPRD Kota Bima, Herman yang juga Dosen disalah satu perguruan tinggi swasta di Kota Bima ini pun menduga adanya intervensi Pemerintah Daerah.

 "jangan jangan ada intervensi Pemerintah Daerah dalam penanganan kasus tersebut, sebab sampai hari ini, belum ada satupun yang ditetapkan tersangka", duganya.

Herman pun menegaskan "penanganan proses hukum di wilayah Kota Bima ini tidak boleh tajam kebawah dan tumpul keatas, harusnya hukum benar benar di tegakkan, dan tidak pernah pandang bulu".

Sementara Pihak Kejaksaan Negeri Raba Bima melalui Kasi Intel Andy Sudirman mengatakan, jika kasus pengadaan jas di DPRD Kota Bima ini masih pada tahap pengumpulan bahan dan keterangan (Pulbaket). 

"Kasus pengadaan jas di DPRD Kota Bima sampai hari ini masih dalam pengumpulan bahan dan keterangan", ujarnya.

Ketikapun media menanyakan apa saja bahan dan keterangan yang sudah berhasil dikumpulkan?. Andy menjawab, "hanya hasil audit Inspektorat, keterangan Sekwan dan Ketua DPRD Kota Bima Alfian Indrawirawan", ujarnya.

Lalu, ada tidak bukti bukti tambahan yang berhasil diungkap. "Untuk sementara hanya itu saja yang bisa kami dapatkan", Ungkap Kasi Intel Kejari Raba Bima.

Andy pun menjelaskan, jika kasus dugaan korupsi pengadaan baju ini sudah dilaporkan ke Kejati NTB. (RED)