LDK Desak Wali Kota Bima, Hentikan Aktivitas Pengeboran Air CV Hilal

iklan 970x250 px

LDK Desak Wali Kota Bima, Hentikan Aktivitas Pengeboran Air CV Hilal

15 Februari 2021
LDK STISIP Mbozo saat masuk ke Kantor Pemkot Bima

Kota Bima, BONGKAR,- Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STISIP Mbozo Bima Senin (15/2) kembali menggelar aksi Demonstrasi didepan kantor Walikota Bima. Mereka menuntut dan mendesak Wali Kota Bima untuk segera menghentikan aktivitas pengeboran air yang dilakukan oleh CV Hilal.

Menurut Korlap Aksi Debi Aprianto, bahwa berdasarkan hasil investigasi mereka, di Kelurahan Rabadompu Barat terjadi pengeboran air untuk dijadikan air minum kemasan oleh CV Hilal. 

"Namun anehnya, air yang diambil tersebut justru dikelola di Lingkungan Kedo Kelurahan Ule. Dugaan kami, aktivitas pengeboran tersebut tidak ada izin resmi, bahkan tidak memiliki kontribusi untuk rakyat," ungkapnya. 

Keberadaan air minum kemasan Asakota tersebut menurut Debi, sangat bertentangan dengan aturan dan keputusan Menteri
Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 451 k/10/MEM/2000 tentang pedoman teknis penyelenggaraan tugas pemerintah di bidang pengelolaan air di bawah tanah. 

Selain itu, kata Debi, juga diduga bertentangan dengan ketentuan Pasal 6 dan Pasal 9 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2000 tentang kewenangan pemerintah dan kewenangan pemerintah provinsi sebagai daerah otonom untuk pengelolaan air bawah tanah. 

Maka dengan ini, pihaknya dari Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Kampus (LDK) STISIP Mbojo Bima mendesak Walikota Bima dan DPRD Kota Bima untuk menghentikan aktivitas pengeboran oleh CV Hilal tersebut. 

Sementara disisi lain, LDK STSIP Mbozo juga mendesak Walikota Bima dan DPRD Kota Bima untuk segera melakukan normalisasi Daerah Aliran Sungai (DAS) di seluruh wilayah Kota Bima, dengan program bronjonisasi dan tanggul bibir sungai.  "Agar banjir tidak lagi menggenangi pemukiman warga," tegasnya. 

Dari Pantauan langsung para awak media, aksi puluhan mahasiswa ini berujung bentrok dengan anggota Sat Pol PP, lantaran ada beberapa massa aksi yang merangsek masuk di Kantor Walikota Bima. Namun upaya tersebut digagalkan oleh para Pol PP. 

Aksi saling dorong dan berakhhir bentrok di depan pintu kantor Walikota Bima pun tak bisa dihindari. Massa yang ingin masuk ke kantor setempat untuk menemui Walikota Bima, didorong Pol PP dan diminta agar keluar kembali ke barisan massa aksi. 

Setelah yang pertama merangsek masuk, mahasiswa kembali berupaya melakukan hal yang sama. Cek cok pun tak bisa dihindari. Massa aksi pun kembali dibawa mundur di depan gerbang kantor setempat. (RED)