Abdul Malik : Harta Wali Kota Bima Bertambah 947 Juta, Bukan 2 M

iklan 970x250 px

Abdul Malik : Harta Wali Kota Bima Bertambah 947 Juta, Bukan 2 M

26 Mei 2021
Kabag Prokopim H Abdul Malik

Kota Bima, BONGKAR,- Penambahan harta kekayaan Wali Kota Bima HM Lutfi 2 tahun terakhir hingga berjumlah Rp 2 Miliar, sebagaimana tergambar dalam laman LHKPN KPK RI, yang bisa diakses dalam websitehttps://elhkpn.kpk.go.id/portal/user/monitoring_kepatuhan, dibantah oleh Wali kota Bima melalui juru bicara Pemkot, H Abdul Malik, Selasa (22/5) malam mengelarfikasi, 2 tahun menjabat Wali Kota Bima HM Lutfi, diakui ada penambahan harta kekayaan.

Hanya saja digaris bawahi Kabag Prokopim Setda Kota Bima ini, angka penambahannya bukanlah Rp 2 Miliar tetapi senilai Rp 947 juta. (Baca juga : Data LHKPN KPK RI Mengungkap, Harta Wali Kota Bima Meroket 2 M Lebih)

Penambahan tersebut jelas Malik, dikarenakan adanya kenaikan harga aset tak bergerak seperti tanah di jalan Gajah Mada yang sebelumnya pada tahun 2019 dinilai sekitar Rp 1,4 Miliar bertambah nilai jual menjadi Rp 1,7 Miliar. Adapula aset tanah dan bangunan di Jakarta dengan nilai aset sebesar Rp 1,2 Miliar pada tahun 2019 mengalami kenaikan nilai jual menjadi Rp 1,6 Miliar. 

Sementara itu pula ada kenaikan dari harta bergerak lainnya berupa perhiasan emas yang semula ditaksir senilai Rp 656 juta mengalami kenaikan nilai jual menjadi Rp 704 juta.

Pada saat menjabat sebagai Walikota Bima tahun 2018 tercatat berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggaran Negara (LHKPN) tahun 2018 kekayaan Wali Kota Bima dilaporkan mencapai Rp 2.655 miliar. 

Jumlah tersebut berasal dari tanah dan bangunan senilai Rp 1.2 miliar, alat transportasi dan mesin Rp 635 juta, harta bergerak lainnya Rp 320 juta kas dan setara kas sebanyak Rp 500 juta lebih.

Pada tahun 2019, kemudian pencatatan rumah tinggal Wali Kota Bima yang berada di jalan Gadjah Mada senilai Rp 1,2 Miliar. Sehingga pada tahun 2020, terjadi kenaikan nilai jual untuk beberapa aset lainnya yang berjumlah Rp 947 juta. 

"Jadi tidak benar bahwa ada penambahan jumlah harta kekayaan, namun beberapa aset yang sejak awal didata mengalami kenaikan nilai,"tegas Malik.(RED)